Mengupas 3 Strategi Rusia untuk Melemahkan Dolar AS

Minggu, 18 Desember 2022 - 10:59 WIB
loading...
A A A
Namun Bank Sentral Rusia (Central Bank of Russia/CBR) dan pemerintah Kremlin merespons dengan cepat untuk membalikkan kekuatan Rubel. Salah satunya dengan mendongkrak suku bunga saat itu dari 9,5% menjadi 20% pada awal Maret, lalu.

Setelah mata uang menguat, CBR kembali menekan suku bunga. Pemerintah Rusia menerapkan kebijakan capital control menjadi kunci yang membuat rubel terus menguat. Kebijakan capital control memberikan dampak yang besar terhadap penguatan rubel.

2. Konversi

Jurus Rusia lainnya untuk melemahkan dolar AS yakni kebijakan yang mewajibkan perusahaan Rusia mengkonversi 80% valuta asing menjadi rubel. Selain itu, warga Rusia sebelumnya juga dilarang mengirim uang ke luar negeri, kebijakan tersebut kemudian dilonggarkan dengan memperbolehkan transfer maksimal USD 10.000/bulan per individu.

3. Bayar Minyak Rusia dengan Rubel

Rusia juga meminta gas dan minyak yang diimpor oleh negara-negara Eropa dibayar menggunakan Rubel. Selain itu negara pecahan Uni Soviet ini juga menerapkan penggunaan mata uang masing-masing (Rubel dan Yuan/CNY) saat berdagang dengan China.

Hal itu terbukti berhasil dengan mata uang Rubel yang terus menanjak naik. Kebangkitan nilai tukar Rubel, membuat dolar AS yang sedang kuat-kuatnya tumbang.

- Rubel Saat Ini

Kondisi Rubel saat ini menjelang akhir 2022, terbilang fluktuatif meski masih dalam tren penguatan. Pada 9 Desember, kemarin terpantau Rubel menguat menuju level 62 pada awal perdagangan.

Rubel memulihkan beberapa kerugian pekan sebelumnya di tengah aset Rusia dibayangi tekanan dari pelemahan harga minyak dan ketidakpastian terkait dampak pembatasan harga minyak Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved