Jumlah BUMN Berkurang 16 Sepanjang 2021 hingga Tersisa 95 Perusahaan
Minggu, 18 Desember 2022 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Kehadiran EMI sebagai anak usaha PLN diharapkan dapat mengakselerasi program transformasi energi hijau dan bersih sekaligus mendukung program dekarbonisasi.
2. Pembentukan Holding BUMN Jasa Survei yang dipimpin PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dan beranggotakan PT Sucofindo serta PT Surveyor Indonesia. Berdasarkan PP Nomor 66 Tahun 2021, Holding yang diberi nama IDSurvey ini akan mengoptimalkan layanan jasa survei di tingkat nasional maupun ekspansi ke pasar internasional.
3. Pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung (Injourney) dengan pimpinanya yakni PT Survei Udara Penas dan beranggotakan PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).
Integrasi tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2021. Adapun holding ini bersifat ekosistem yang bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dalam menunjang sektor pariwisata.
PT Survei Udara Penas sebagai induk holding melakukan transformasi brand menjadi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney.
4. Holding Pelabuhan, dimana ada empat BUMN Pelabuhan yang digabungkan atau dileburkan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Mereka di antaranya PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero).
5. Sama seperti pembentukan Injourney, Holding Ultra Mikro merupakan hasil integrasi dari PT BRI (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PMN.
2. Pembentukan Holding BUMN Jasa Survei yang dipimpin PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dan beranggotakan PT Sucofindo serta PT Surveyor Indonesia. Berdasarkan PP Nomor 66 Tahun 2021, Holding yang diberi nama IDSurvey ini akan mengoptimalkan layanan jasa survei di tingkat nasional maupun ekspansi ke pasar internasional.
3. Pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung (Injourney) dengan pimpinanya yakni PT Survei Udara Penas dan beranggotakan PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).
Integrasi tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2021. Adapun holding ini bersifat ekosistem yang bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dalam menunjang sektor pariwisata.
PT Survei Udara Penas sebagai induk holding melakukan transformasi brand menjadi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney.
4. Holding Pelabuhan, dimana ada empat BUMN Pelabuhan yang digabungkan atau dileburkan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Mereka di antaranya PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero).
5. Sama seperti pembentukan Injourney, Holding Ultra Mikro merupakan hasil integrasi dari PT BRI (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PMN.
Lihat Juga :