Dari Surabaya dan Pasuruan, Kain Perca & Dedaunan Ini Jadi Ladang Uang

Jum'at, 23 Desember 2022 - 10:50 WIB
loading...
Dari Surabaya dan Pasuruan,...
Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Pasuruan, Jawa Timur diresmikan tahun 2007, SETC saat ini memiliki fasilitas pendukung di atas lahan seluas 27 hektare
A A A
JAKARTA - Bagi banyak orang, kain perca dan dedaunan kering merupakan barang yang akan berakhir di tempat sampah. Namun, dua pelaku UMKM di Jawa Timur ini mengolah barang tersebut menjadi barang bernilai material tinggi.

Ani Nurdiana asal Pasuruan memamerkan bisnis ecoprint miliknya dengan motif yang berasal dari dedaunan kering. Setengah bercanda, Ani menyebut dirinya berprofesi sebagai 'pemulung daun'.

Ia mulai terjun ke bisnis tersebut sekitar satu dekade lalu karena kecintaannya pada dunia seni. Juga setelah melihat adanya peluang besar di pasar dengan pemain yang masih relatif terbatas.

Berawal dari hobi, Ani memulai bisnis dengan modal Rp300 ribu pada 2010. Kini, ia mengaku telah memiliki aset Rp200 juta. Omzet bulanannya pun tidak main-main. Saat ramai pesanan, Ani mengaku bisa memperoleh pundi-pundi hingga Rp80 juta.

"Tapi ini kan bisnis, kalau lagi sepi pernah juga hanya Rp5 juta," ungkap Ani dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2022).

Meski dengan penghasilan yang fluktuatif, Ani mampu mempekerjakan lima orang karyawan yang membantu operasional bisnisnya.

Wajah Ani memancarkan semangat ketika membahas terkait pengelolaan keuangan, perhitungan harga pokok produksi (HPP), hingga model bisnis yang saat ini masih berupa penjualan langsung ke konsumen (business to consumer/B2C). Ia mengatakan akan mengeksplorasi ekspansi model bisnis menjadi business to business/B2B jika ada permintaan.

Ani mengungkapkan bisnis ecoprint yang dijalaninya dapat memberikan nilai tambah hingga dua kali lipat atas beragam barang yang diniagakan. Mulai dari sepatu, tas, hingga jaket.

Ani yang sudah paham akan praktik bisnis berkelanjutan (sustainability) berambisi ke depannya bisa lebih proaktif mengelola bisnisnya. Ia berharap dapat memanfaatkan seluruh barang sisa dan tidak menghasilkan limbah (zero waste). Saat ini, dia mengaku tengah mengeksplorasi potensi penggunaan plastik bekas untuk dijadikan sol sepatu dengan motif ecoprint miliknya.

Terkait pemasaran, Ani menjual barang dagangannya lewat akun Instagram @letes_craft yang dikelola sendiri. Selain itu, dirinya juga memanfaatkan platform penjualan lain, seperti e-commerce, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Hal serupa diungkapkan Eka Wahyu Setiawati yang memanfaatkan kain sisa (perca) untuk dijadikan barang baru bernilai ekonomi tinggi. Eka mengaku hobi memanfaatkan kain perca sejak tahun 2008 dan mulai aktif menjadikan aktivitas tersebut sebagai ladang usaha sejak 2018.

Lewat kain perca, Eka menyebut dapat memperoleh omzet sekitar Rp 15 juta per bulan. Pelaku UMKM asal Surabaya yang sudah mampu mempekerjakan empat orang ini bahkan sudah mengekspor produk sajadah miliknya hingga ke Toronto, Kanada.

Sama dengan Ani, Eka juga memanfaatkan sosial media sebagai media promosi dan penjualan. Baik itu melalui Instagram @decak_handmades maupun promosi yang dilakukan lewat media sosial Tiktok yang semakin digunakan luas oleh masyarakat. Dirinya tidak keberatan mempelajari banyak hal baru dan memanfaatkan teknologi terkini demi mengembangkan bisnisnya agar menjadi semakin besar.

Ani dan Eka baru memulai langkahnya untuk mengasah kemampuan bisnis setelah memperoleh ilmu dari Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Pasuruan, Jawa Timur. Diresmikan tahun 2007, SETC saat ini memiliki fasilitas pendukung di atas lahan seluas 27 hektare di kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Program SETC meliputi pelatihan kewirausahaan, baik hard skill maupun soft skill di bidang budi daya pertanian, peternakan, dan keterampilan lainnya; riset terapan; pendampingan dan jejaring pasar; konsultasi usaha; serta jejaring UMKM. Hingga saat ini, SETC telah memberi keterampilan kewirausahaan kepada lebih dari 65.000 peserta dari seluruh Indonesia.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Belajar Mengelola Keuangan...
Belajar Mengelola Keuangan di UMKM Digital Finance Tour
Sampoerna Mobile Banking...
Sampoerna Mobile Banking Tampil dengan Wajah Baru: Lebih Segar, Praktis, dan Aman
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Penjualan Mesin Cuci...
Penjualan Mesin Cuci Portabel Terbanyak dalam Sehari, Produk UMKM Cetak Rekor MURI
Fondasi Hukum Kuat Jadi...
Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Angela Tanoesoedibjo:...
Angela Tanoesoedibjo: Perindo Rancang Program Baru Pemberdayaan UMKM
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved