Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.601 Tertekan Perlambatan Ekonomi Global

Selasa, 03 Januari 2023 - 16:56 WIB
loading...
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah melemah terhado dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 28 poin ke level Rp 15.601 atas dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah tertekan perlambatan ekonomi global hingga akhir kuartal 2022.

"Memasuki kuartal akhir 2022, perekonomian global masih terus menghadapi hantaman perlambatan pertumbuhan ekonomi yang juga merupakan bagian dari efek lanjutan downside risks dari pandemi yang hingga kini belum usai sepenuhnya," terang Ibrahim melalui pernyataannya, Selasa (3/1/2022).

Baca Juga: Melemah Tipis di Awal 2023, Rupiah Bertengger di Level Rp 15.575/USD

Terlebih, dunia juga dihadapkan pada konflik geopolitik hingga menyebabkan kenaikan harga komoditas yang mendorong terjadinya inflasi tinggi di seluruh dunia terutama di negara-negara maju. "Dengan kata lain, tahun 2022 menjadi tahun brutal bagi perekonomian, termasuk bagi negara-negara besar di dunia," tandas Ibrahim.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah 10 Poin di Level Rp15.593 per dolar AS

Dia memproyeksikan pada perdagangan besok, Rabu (4/1) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif ditutup melemah di rentang Rp 15.590 - Rp 15.650 per dolar AS.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved