Diversifikasi Bisnis, Raksasa Fotografi Ini Hadirkan Teknologi AI pada Industri Kesehatan

Selasa, 03 Januari 2023 - 13:22 WIB
loading...
Diversifikasi Bisnis,...
Raksasa di bidang fotografi, Fujifilm ini telah lama melakukan diversifikasi bisnis, memadukan kecanggihan teknologi di bidang pencitraan atau pembuatan film dengan produk teknologi yang dibutuhkan industri kesehatan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Siapa tak kenal Fujifilm ? Raksasa di bidang fotografi ini telah lama melakukan diversifikasi bisnis . Salah satu bisnis yang terus ditekuni dan mencatatkan keuntungan bagi korporasi adalah teknologi layanan medis atau kesehatan. Fujifilm memadukan kecanggihan teknologi di bidang pencitraan atau pembuatan film dengan produk teknologi yang dibutuhkan industri kesehatan .

Baca Juga: Bantu Atasi COVID-19, Fujifilm Tak Salah Terjun ke Bisnis Farmasi

Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto mengatakan, teknologi layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas akan membantu memudahkan tugas tenaga kesehatan dalam mendiagnosa penyakit sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat.

“Harapan kami, setiap orang dapat menerima perawatan medis berkualitas tinggi,” tutur Masato Yamamoto.

Sejarah Fujifilm dalam dunia kesehatan sebetulnya telah merentang dalam kurun waktu yang panjang. Pada 1936, Fujifilm telah memulai penjualan film sinar-X.

Para pemimpin korporasi ini sadar, teknologi pembuatan film atau pemrosesan gambarnya sangat canggih dan diburu banyak orang. Teknologi ini akan sangat bernilai jika dipadukan dengan layanan kesehatan yang setiap produk atau mesinnya sangat membutuhkan film.

Memanfaatkan keunggulan itu, perusahaan berhasil melebarkan sayap bisnis di bidang diagnostik melalui Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik, sistem ultrasound, endoskopi, sistem diagnostik in vitro, CT, MRI, hingga PACS. Saat ini Fujifilm memperluas layanan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau teknologi AI pada produknya.

Baca Juga: Bangun Kawasan Ekonomi Kesehatan Perlu Dukungan Inovasi Teknologi

Menurut Yamamoto, korporasi melihat ke depannya informasi klinis akan semakin diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, kebutuhan akan teknologi AI semakin tinggi dalam pengembangan produk yang memenuhi kebutuhan industri perawatan kesehatan yang terus berkembang, terutama di era pascapandemi.

Untuk mengembangkan teknologi AI di bidang medis, Fujifilm berkolaborasi mengembangkan penelitian bersama banyak pihak. Pada April 2019 misalnya, Fujifilm melalui penelitian bersama Universitas Kyoto, mengumumkan berhasil mengembangkan teknologi yang menggunakan teknologi AI yang secara otomatis mampu mengategorikan dan mengukur lesi pneumonia interstisial pada tingkat presisi yang lebih tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Kolaborasi DAC dan Hisamitsu...
Kolaborasi DAC dan Hisamitsu di Kamboja, MDLA Perkuat Ekosistem Healthcare Regional
Dexa Siap Bawa OMAI...
Dexa Siap Bawa OMAI Fitofarmaka ke Pasar Global Obat Herbal
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Fujifilm Wujudkan Impian...
Fujifilm Wujudkan Impian Anak Panti Asuhan Punya 'Foto Keluarga' di Ramadan
Instax WIDE 400 Tampil...
Instax WIDE 400 Tampil Lebih Elegan Lewat Varian Warna Jet Black
Rekomendasi
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
23 Juta Orang Teken...
23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Berita Terkini
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved