Transaksi Kripto Jeblok di 2022, Simak Proyeksi di 2023
Rabu, 04 Januari 2023 - 14:01 WIB
loading...
Transaksi kripto mengalami penurunan sepanjang tahun lalu. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melaporkan transaksi kripto mengalami penurunan sepanjang tahun lalu. Pada 2023 diproyeksikan masih akan mengalami crypto winter yang luar biasa.
"Kami menduga tahun 2023 aset kripto mengalami masa winter yang luar biasa. Winter ini nggak selesai-selesai tetapi pertanyaannya apakah ini sudah sampai ke titik paling bawah? kalau sudah sampai titik paling bawah kan nggak bisa turun lagi. Ini tampaknya masih mendekati titik yang paling bawah artinya 2023 walaupun tidak semakin memburuk tetapi untuk reborn itu masih belum sepenuhnya," ujar Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/1/2023).
Baca Juga: Kinerja Cemerlang, JFX Catat 2,2 Juta Lot Transaksi Perdagangan di 2022
Menurut dia kendati popularitas aset kripto menurun, namun di tahun ini diproyeksikan akan reborn meski tidak terlalu cepat. Di sisi lain, Didid menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2022 nilai transaksi kripto anjlok dibandingkan tahun 2021.
Adapun total nilai transaksi pada 2021 sebesar Rp 859,4 triliun, sedangkan di tahun 2022 sampai dengan November nilainya turun menjadi Rp 296,66 triliun. "Artinya ada penurunan yang lebih dari 50%," jelasnya.
"Kami menduga tahun 2023 aset kripto mengalami masa winter yang luar biasa. Winter ini nggak selesai-selesai tetapi pertanyaannya apakah ini sudah sampai ke titik paling bawah? kalau sudah sampai titik paling bawah kan nggak bisa turun lagi. Ini tampaknya masih mendekati titik yang paling bawah artinya 2023 walaupun tidak semakin memburuk tetapi untuk reborn itu masih belum sepenuhnya," ujar Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/1/2023).
Baca Juga: Kinerja Cemerlang, JFX Catat 2,2 Juta Lot Transaksi Perdagangan di 2022
Menurut dia kendati popularitas aset kripto menurun, namun di tahun ini diproyeksikan akan reborn meski tidak terlalu cepat. Di sisi lain, Didid menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2022 nilai transaksi kripto anjlok dibandingkan tahun 2021.
Adapun total nilai transaksi pada 2021 sebesar Rp 859,4 triliun, sedangkan di tahun 2022 sampai dengan November nilainya turun menjadi Rp 296,66 triliun. "Artinya ada penurunan yang lebih dari 50%," jelasnya.
Lihat Juga :