Bukan Resesi, Moody's Sebut Bakal Terjadi Slowcession di 2023
Kamis, 05 Januari 2023 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan slowcession akan membantu ekonomi cepat pulih tidak menebar ketakutan. Pasalnya, kekhawatiran soal resesi telah mendorong pasar saham Amerika Serikat (AS) terpuruk. Ketakutan resesi tidak hanya terjadi saat ini tapi sejak 2008 silam berakibat pada rontoknya pasar modal AS.
Menurut CFRA Research penurunan 19,4% S&P 500 tahun lalu adalah penurunan terbesar keempat sejak 1945. Dengan Federal Reserve mengerem ekonomi AS untuk memadamkan inflasi para pemimpin bisnis dan CEO di AS semakin yakin tentang resesi 2023.
Istilah lain diungkapkan CEO Bank of America Brian Moynihan. Brian menyebut tahun 2023 akan terjadi resesi ringan. Sementara, Ekonom Bloomberg melihat peluang 70% dari resesi pada tahun 2023.
Meski demikian, Moody's yang penelitiannya sering dikutip Gedung Putih, tidak mengabaikan risiko penurunan dan memperingatkan bahwa resesi tetap menjadi ancaman serius dan mengatakan ekonomi sangat rentan terhadap guncangan. Moody's juga memperkirakan pengangguran akan meningkat hingga 4,2% pada akhir 2023 dari saat ini sebesar 3,7%.
Ada juga risiko nyata dari self-fulfilling prophecy, di mana pemilik bisnis dan konsumen khawatir takut terjadi resesi. Namun, ada alasan untuk tetap optimistis dengan hati-hati tentang apa yang ada di depan.
Menurut CFRA Research penurunan 19,4% S&P 500 tahun lalu adalah penurunan terbesar keempat sejak 1945. Dengan Federal Reserve mengerem ekonomi AS untuk memadamkan inflasi para pemimpin bisnis dan CEO di AS semakin yakin tentang resesi 2023.
Istilah lain diungkapkan CEO Bank of America Brian Moynihan. Brian menyebut tahun 2023 akan terjadi resesi ringan. Sementara, Ekonom Bloomberg melihat peluang 70% dari resesi pada tahun 2023.
Meski demikian, Moody's yang penelitiannya sering dikutip Gedung Putih, tidak mengabaikan risiko penurunan dan memperingatkan bahwa resesi tetap menjadi ancaman serius dan mengatakan ekonomi sangat rentan terhadap guncangan. Moody's juga memperkirakan pengangguran akan meningkat hingga 4,2% pada akhir 2023 dari saat ini sebesar 3,7%.
Ada juga risiko nyata dari self-fulfilling prophecy, di mana pemilik bisnis dan konsumen khawatir takut terjadi resesi. Namun, ada alasan untuk tetap optimistis dengan hati-hati tentang apa yang ada di depan.
Lihat Juga :