Surat Utang Negara Rp46,9 Triliun Ludes Diperebutkan Investor Global
Jum'at, 06 Januari 2023 - 13:30 WIB
loading...
Sri Mulyani mengatakan global bond Indonesia yang ke-13 sangat diminati investor. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan sukses melakukan transaksi penerbitan surat utang negara (SUN) berdenominasi dolar ( global bond ) sebesar USD3 miliar atau setara Rp46,9 triliun (kurs Rp15.644/USD). SUN itu memiliki tenor 5, 10, dan 30 tahun dengan format SEC-Registered pada tanggal 5 Januari 2023.
Baca juga: Lelang Surat Utang, Sri Mulyani Kantongi Rp8,22 Triliun
"Transaksi ini mencerminkan optimisme pemerintah masuk di pasar global sebagai emerging countries pertama di Asia yang menerbitkan global bond pada tahun 2023 dan menandakan keberhasilan pemerintah menerbitkan global bonds dengan format SEC untuk ketiga belas kalinya sejak tahun 2018," dikutip MNC Portal Indonesia dari laman siaran pers resmi DJPPR Kemenkeu di Jakarta, Jumat (6/1/2023).
Sambutan investor global sangat positif pada penerbitan kali ini, dengan total orderbook sepanjang proses bookbuilding sempat mencapai USD17 miliar. Kemudian ketika penetapan final price guidance dengan tujuan untuk menekan biaya penerbitan, total orderbook tersebut bergerak ke level USD14,4 miliar atau 4,82 kali dari total yang dimenangkan.
"Angka tersebut merupakan bid to cover ratio tertinggi dalam lima tahun terakhir. Orderbook ini menunjukan minat investor yang sangat besar dan berasal dari beragam investor yang berkualitas," tambahnya.
Pemerintah berhasil menekan harga (price tightening) di ketiga tranche penerbitan yaitu untuk tenor 5 tahun sebesar 4,80% atau turun 35bps dari initial price guidance (IPG) 5,15% area, tenor 10 tahun sebesar 5,10% atau turun 40bps dari IPG 5,50% area, dan untuk tenor 30 tahun sebesar 5,75% atau turun 40bps dari IPG 6,15% area.
Price tightening yang dicapai kali ini lebih baik dibandingkan transaksi global bond pada September 2022 untuk tenor 10 dan 30 tahun dengan mendapatkan new issue conssesion terendah di antara transaksi penerbitan lainnya di global market pada hari yang sama. Keberhasilan pemerintah dalam penerbitan kali ini tentu saja tidak lepas dari kepercayaan investor global terhadap credit profile Indonesia yang semakin baik.
Baca juga: Lelang Surat Utang, Sri Mulyani Kantongi Rp8,22 Triliun
"Transaksi ini mencerminkan optimisme pemerintah masuk di pasar global sebagai emerging countries pertama di Asia yang menerbitkan global bond pada tahun 2023 dan menandakan keberhasilan pemerintah menerbitkan global bonds dengan format SEC untuk ketiga belas kalinya sejak tahun 2018," dikutip MNC Portal Indonesia dari laman siaran pers resmi DJPPR Kemenkeu di Jakarta, Jumat (6/1/2023).
Sambutan investor global sangat positif pada penerbitan kali ini, dengan total orderbook sepanjang proses bookbuilding sempat mencapai USD17 miliar. Kemudian ketika penetapan final price guidance dengan tujuan untuk menekan biaya penerbitan, total orderbook tersebut bergerak ke level USD14,4 miliar atau 4,82 kali dari total yang dimenangkan.
"Angka tersebut merupakan bid to cover ratio tertinggi dalam lima tahun terakhir. Orderbook ini menunjukan minat investor yang sangat besar dan berasal dari beragam investor yang berkualitas," tambahnya.
Pemerintah berhasil menekan harga (price tightening) di ketiga tranche penerbitan yaitu untuk tenor 5 tahun sebesar 4,80% atau turun 35bps dari initial price guidance (IPG) 5,15% area, tenor 10 tahun sebesar 5,10% atau turun 40bps dari IPG 5,50% area, dan untuk tenor 30 tahun sebesar 5,75% atau turun 40bps dari IPG 6,15% area.
Price tightening yang dicapai kali ini lebih baik dibandingkan transaksi global bond pada September 2022 untuk tenor 10 dan 30 tahun dengan mendapatkan new issue conssesion terendah di antara transaksi penerbitan lainnya di global market pada hari yang sama. Keberhasilan pemerintah dalam penerbitan kali ini tentu saja tidak lepas dari kepercayaan investor global terhadap credit profile Indonesia yang semakin baik.
Lihat Juga :