Banjir Bantuan buat Dua Petugas KRL yang Kembalikan Uang Rp500 Juta
Senin, 13 Juli 2020 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
"Yang terjadi di Jepang, kenapa di Indonesia tak bisa, apalagi kita negara muslim terbesar di dunia. Kali ini kita harapkan bahwa kunci yang kita lakukan setiap hari bisa menjadi hal yang positif bagi bangsa kita," ujarnya.
Untuk diketahui, pada 6 Juli 2020 lalu, tepatnya pukul 16.40 WIB, petugas kebersihan kereta Mujenih dan petugas pengawalan KRL Egi Sandi menemukan sebuah kantong plastik berwana hitam yang berisi barang dengan bungkusan kertas koran. Barang itu tertinggal di kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor.
Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan kantong plastik itu ke petugas passenger service di Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Bersama beberapa petugas lainnya, mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL. Setelah diperiksa bersama, ternyata bungkusan itu berisi uang sebesar Rp500 juta.
Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found. Tidak lama kemudian, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.
Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas.
Untuk diketahui, pada 6 Juli 2020 lalu, tepatnya pukul 16.40 WIB, petugas kebersihan kereta Mujenih dan petugas pengawalan KRL Egi Sandi menemukan sebuah kantong plastik berwana hitam yang berisi barang dengan bungkusan kertas koran. Barang itu tertinggal di kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor.
Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan kantong plastik itu ke petugas passenger service di Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Bersama beberapa petugas lainnya, mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL. Setelah diperiksa bersama, ternyata bungkusan itu berisi uang sebesar Rp500 juta.
Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found. Tidak lama kemudian, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.
Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas.
(uka)
Lihat Juga :