Upaya Memperluas Pasar Produk Herbal Lokal

Senin, 16 Januari 2023 - 21:20 WIB
loading...
Upaya Memperluas Pasar...
Aceng, Owner TOGA Nusantara, mengajak pelaku bisnis untuk menjadi distributor obat herbal. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Permintaan pasar akan ramuan herbal , obat tradisional, maupun pangan olahan lainnya untuk menjaga kesehatan terus meningkat. Para pelaku bisnis ramuan herbal segera menangkap peluang ini dengan terus melakukan upaya-upaya perluasan pangsa pasar .

Baca juga: 3 Obat Flu Herbal, Bisa Ringankan Gejala Subvarian Omicron BF.7

Untuk memperluas pasar, TOGA Nusantara, produsen ramuan herbal, obat tradisional dan pangan olahan Tanah Air, menawarkan kerja sama sebagai distributor eksklusif produk-produknya. Antusiasme dan penyerapan pasar yang terus melakukan repeat order (pesan berulang) menunjukkan progres menggembirakan, membuktikan konsumen merasa cocok dengan produk TOGA Nusantara.

“Sebagai distributor eksklusif, mitra akan mendapatkan fasilitas free registrasi, quantity (jumlah) bisa lebih rendah dari minimal order. Misalkan kalau biasanya minimal 2.000 botol, khusus pada kesempatan ini hanya dengan 500 botol distributor sudah bisa punya produk sendiri, brand sendiri, bisa menentukan harga sendiri,” ujar Aceng, Owner TOGA Nusantara, dalam keterangannya, Senin (16/1/2023).

Aceng menjelaskan, sebagai distributor eksklusif, mitra tidak perlu repot mengurus izin edar dari BPOM RI. Semua proses administrasi akan dilakukan oleh TOGA Nusantara, sehingga tanpa perlu berinvestasi membuat pabrik mitra sudah memiliki produk herbal, obat tradisional, dan pangan olahan sendiri lengkap dengan izin edarnya.

Sedikitnya ada 25 jenis produk berizin BPOM RI yang ditawarkan kepada mitra sebagai distributor eksklusif. Tiga produk di antaranya sudah langsung dipinang mitra yang hadir: Madu Sehat Pria (membantu keluhan disfungsi ereksi), Pusaka Bening (anti jerawat), dan Propolis Plus yang sudah dikenal luas khasiatnya.

“Masih ada lagi produk potensial lainnya, di antaranya: Obajan (melancarkan sirkulasi darah untuk kesehatan jantung/ kardiovaskular), Ratu Wangi (membantu mengatasi masalah kewanitaan), Teh Empat Herba (membantu mengatasi kencing manis), Teh Daun Slim (membantu mengurangi lemak dalam tubuh), dan masih banyak lagi lainnya,” kata Aceng.

Bukan pemain baru, TOGA Nusantara adalah pioner dalam industri herbal dan pangan olahan dalam negeri. dr.Ida Suhadi dan perusahaannya, PT Sentra Biogen (Bandung), sudah bermitra dengan TOGA Nusantara selama lebih satu dasawarsa dan masih berlanjut hingga kini. Bagi Ida yang pernah menjadi pengajar pada Lab.Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, TOGA Nusantara menjaga integritas dalam menjalankan bisnis.

“Bisnis dengan TOGA Nusantara membuat tenang. Bahan baku (formula) tidak dicampur dengan bahan lain, dan tidak membocorkan rahasia,” kata dr.Ida.

Hal ini penting, mengingat Ida yang aktif di Komisi Tetap Food & Beverage Kadin Jawa Barat dan Gabungan Perusahaan Expor - Impor, adalah penemu ekstrak Satoimo (talas Jepang). Tanaman dengan kandungan 17 asam amino dan hyaluronic acid yang memiliki khasiat untuk nyeri sendi dan kecantikan kulit. Ida telah menikmati kerja sama maklon ini.

”Sebelum pandemi Covid-19 sempat tembus 30 ribu botol per pekan, lewat pemasaran terbatas,” tambahnya.

Kualitas dan khasiat produk herbal bergantung pada kemurnian bahan baku yang digunakan. CEO PT Berkah Alam Nusantara, Agus Hidayat, salah satu pemasok ekstrak herbal berbahan tanaman dan hewani menyebut, suplai ekstrak bahan alam produksinya ke TOGA Nusantara setiap tahun terus meningkat.

”Berarti formula produk-produknya disukai. Orang melakukan repeat order. Kan berati dirasakan khasiatnya. TOGA Nusantara memang sudah dikenal luas di industri herbal nasional,” jelas Agus.

Ada sedikitnya 50 ekstrak bahan alam yang disuplai ke TOGA Nusantara sejak 10 tahun lalu. Di antaranya: temu lawak, kunyit, pegagan,sambiloto, sirih, teripang, dll.

Selain menawarkan mitra distributor eksklusif dengan berbagai fasilitas, acara Vendors&Partners Meet, TOGA Nusantara juga mengenalkan anak usahanya, Toga Food Nusantara. Memulai bisnis sebagai produsen pangan olahan sejak tahun 2020, pabrik Toga Food Nusantara telah tersertifikasi BPOM RI dan Halal GRADE A.

Baca juga: PT GNI Rusuh, Ini Sosok Pemiliknya: Ternyata Raja Smelter di Indonesia asal China

Toga Food Nusantara berfokus pada produksi minuman fungsional/ functional food seperti minuman fiber drink, kolagen drink, asi booster, serta minuman serbuk lainnya. Untuk meningkatkan penjualan, Toga Food Nusantara juga melakukan kolaborasi dengan internet marketer.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dorong Perkembangan...
Dorong Perkembangan Retail Herbal Digital dengan Sistem Modern
Dexa Siap Bawa OMAI...
Dexa Siap Bawa OMAI Fitofarmaka ke Pasar Global Obat Herbal
Cold Chain Expo 2026:...
Cold Chain Expo 2026: Sanwoo Bawa Freezer, Chiller, dan Gas Rice Steamer Tahan Banting
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Produk Herbal Lokal...
Produk Herbal Lokal Mulai Menembus Pasar Internasional
Ini Solusi Herbal Alami...
Ini Solusi Herbal Alami untuk Kesehatan Ginjal
NOD. dari JumpStart...
NOD. dari JumpStart Kenalkan Minuman Herbal Indonesia dalam Format Kapsul Modern di Swiss
Rekomendasi
Richard Lee Ditahan...
Richard Lee Ditahan Kejati, Dokter Detektif: Bukti Sudah Lengkap dan Siap Diuji di Pengadilan
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Berita Terkini
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved