Masuki Tahun Politik, Analis Yakini Ekonomi Nasional Makin Menggeliat

Selasa, 17 Januari 2023 - 20:15 WIB
loading...
Masuki Tahun Politik,...
Memasuki tahun politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, gerak perekonomian domestik diyakini akan semakin kencang dan berdampak pada kondisi pasar setahun ke depan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di tengah sejumlah prediksi maupun analisa terkait dinamika perekonomian global yang cukup redup sepanjang tahun ini, ekonomi nasional diyakini akan bersinar. Memasuki tahun politik jelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 , gerak perekonomian domestik diyakini akan semakin kencang dan berdampak pada kondisi pasar setahun ke depan.

"Mulai masuk tahun kampanye, maka ketika ada yang bagi-bagi uang, tentu bakal dipakai untuk belanja. Perlu diingat bahwa postur ekonomi kita 50% lebih ditopang oleh transaksi domestik, sehingga tentu ini bakal sangat berdampak. Ekonomi bakal bergerak makin kencang," ungkap Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe, dalam IDX Channel 2nd Session Closing, Selasa (17/1/2023).

Baca Juga: Capres 2024 Harus yang Berpengalaman dan Paham Ekonomi

Secara umum, Kiswoyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini bakal berada di kisaran 4,8-5%. Industri dan dunia usaha diasumsikan bakal berjalan baik sesuai harapan.

Baca Juga: Bappenas Ramal hingga 2024 Bencana Alam Bikin Tekor Ekonomi

Dengan asumsi tersebut, Kiswoyo menilai saham-saham sektor tertentu akan memiliki peluang cukup bagus untuk menguat dalam beberapa waktu ke depan. Salah satunya menurut dia adalah saham sektor perbankan.

"Dengan asumsi transaksi domestik bakal menggeliat cukup kencang tadi, tentu segala macam transaksinya pasti melalui perbankan. Artinya kinerjanya pasti makin kondusif, sehingga proyeksinya ke depan juga cukup bagus," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved