Bos Perusahaan Pupuk Serukan Negara-negara Kurangi Ketergantungan ke Rusia

Kamis, 19 Januari 2023 - 07:11 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: 100 hari Perang Rusia-Ukraina Sebabkan Harga Pangan dan Komoditas Global Naik

Rusia disebutkan telah menimbun pupuk untuk keperluan rumah tangga pada tahun lalu. Sementara ekspornya menurun, rekor harga yang dibayarkan untuk pupuk menyebabkan peningkatan 70% dalam pendapatan ekspor, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Moskow meningkatkan, ekspor ke negara-negara seperti India dan Turki. Rusia juga menghasilkan sejumlah besar nutrisi, seperti kalium dan fosfat - bahan utama dalam pupuk, yang memacu tanaman untuk dapat tumbuh.

Holsether menyebut ketergantungan ini sebagai "senjata yang ampuh". Dia mencontohkan, setengah dari produksi pangan dunia bergantung pada pupuk. "Jika Anda melihat gangguan signifikan pada hal ini, maka itu bakal menjadi senjata yang sangat kuat."

Dampak Serius

Pekan lalu para ekonom melaporkan bahwa peningkatan tajam biaya pupuk dapat menurunkan hasil produksi pangan sedemikian rupa. Sehingga pada akhir dekade, peningkatan lahan pertanian yang setara dengan "ukuran sebagian besar Eropa Barat" akan diperlukan untuk memenuhi permintaan secara global.

Ini berarti "dampaknya serius" bagi deforestasi, keanekaragaman hayati, dan emisi karbon, tambah mereka. Dr Peter Alexander dari School of Geosciences di Universitas Edinburgh mengatakan: "Ini bisa menjadi akhir dari era makanan murah.

Sementara hampir semua orang akan merasakan dampaknya, kelompok termiskin di masyarakat, yang mungkin sudah berjuang untuk membeli makanan sehat yang cukup, bakal terkena tekanan paling berat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved