Metamorfosis Warung Kelontong Jakarta, Tak Lagi Jadul Berkat Ekosistem Digital BRI
Kamis, 19 Januari 2023 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Bankir yang dinobatkan sebagai The Best CEO dalam ajang Anugerah BUMN 2022 tersebut menegaskan, transformasi yang dilakukan perseroan sesungguhnya mencakup dua hal besar yakni digital dan culture. Transformasi itu akan terus dipacu sesuai komitmen Bank BRI untuk mencapai visi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion pada 2025.
“Karena itu transformasi yang dulu kita sebut BRIvolution 1.0, kita reviu lagi akibat krisis karena pandemi Covid-19, menjadi BRIvolution 2.0 sejak 2020,” tutur ketua umum Himbara ini.
Mengacu keterangan resmi perseroan, transformasi digital Bank BRI mengacu pada tiga kerangka kerja (framework) utama. Pertama, digitizing core atau digitalisasi proses bisnis. Kedua, digital ecosystems dan ketiga, new digital propositions. Tranformasi digital tetap bertumpu pada upaya Bank BRI memperkuat identitas sebagai micro finance, bank mikro, dan bank UMKM.
Leadership Jadi Kunci
Direktur Eksekutif Intellectual Business Community, Bayu Prawira Hie mengungkapkan, tranformasi digital bagi suatu perusahaan atau bank pada dasarnya berpondasikan tiga hal yaitu customer experience, operational excellence, dan new business model. Kendati demikian, transformasi digital ini juga tidak lepas dari kepemimpinan atau leadership.
Menurut dia, kepemimpinan merupakan langkah utama dan pertama dalam bertransformasi digital. Ada empat hal yang perlu dilakukan dalam memimpin transformasi digital.
“Empat hal tersebut yaitu visi digital, mentransformasikan budaya organisasi, menyatukan orang bisnis dengan Teknologi Informasi, dan menatakelola transformasi digital,” tuturnya dalam buku ‘Panduan Transformasi Digital Bank di Indonesia’.
Dia menambahkan, “Visi digital adalah tantangan besar bagi pemimpin, karena transformasi digital adalah suatu transformasi radikal bagaikan ulat menjadi kupu-kupu.”
Faktanya, berbagai inovasi dan optimalisasi layanan serta ditopang kepemimpinan kuat di semua level, Bank BRI berhasil terbang tinggi. Hingga kuartal III 2022 BBRI mengantongi laba bersih konsolidasi Rp 39,15 triliun, melesat 103,3% dibandingkan periode sama 2021 sebesar Rp 19,25 triliun. Keseluruhan perseroan optimistis mampu membukukan laba bersih hingga Rp45 triliun pada 2022.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi Bank BRI yang telah melakukan transformasi digital dan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan ke depan. Penguatan teknologi, kata dia, dapat menunjang klasterisasi usaha yang digodok oleh perseroan. Tak cuma itu, kehadiran Holding BUMN Ultra Mikro yang dipimpin BRI juga dapat menjadi lokomotif pemulihan ekonomi.
“Karena itu transformasi yang dulu kita sebut BRIvolution 1.0, kita reviu lagi akibat krisis karena pandemi Covid-19, menjadi BRIvolution 2.0 sejak 2020,” tutur ketua umum Himbara ini.
Mengacu keterangan resmi perseroan, transformasi digital Bank BRI mengacu pada tiga kerangka kerja (framework) utama. Pertama, digitizing core atau digitalisasi proses bisnis. Kedua, digital ecosystems dan ketiga, new digital propositions. Tranformasi digital tetap bertumpu pada upaya Bank BRI memperkuat identitas sebagai micro finance, bank mikro, dan bank UMKM.
Leadership Jadi Kunci
Direktur Eksekutif Intellectual Business Community, Bayu Prawira Hie mengungkapkan, tranformasi digital bagi suatu perusahaan atau bank pada dasarnya berpondasikan tiga hal yaitu customer experience, operational excellence, dan new business model. Kendati demikian, transformasi digital ini juga tidak lepas dari kepemimpinan atau leadership.
Menurut dia, kepemimpinan merupakan langkah utama dan pertama dalam bertransformasi digital. Ada empat hal yang perlu dilakukan dalam memimpin transformasi digital.
“Empat hal tersebut yaitu visi digital, mentransformasikan budaya organisasi, menyatukan orang bisnis dengan Teknologi Informasi, dan menatakelola transformasi digital,” tuturnya dalam buku ‘Panduan Transformasi Digital Bank di Indonesia’.
Dia menambahkan, “Visi digital adalah tantangan besar bagi pemimpin, karena transformasi digital adalah suatu transformasi radikal bagaikan ulat menjadi kupu-kupu.”
Faktanya, berbagai inovasi dan optimalisasi layanan serta ditopang kepemimpinan kuat di semua level, Bank BRI berhasil terbang tinggi. Hingga kuartal III 2022 BBRI mengantongi laba bersih konsolidasi Rp 39,15 triliun, melesat 103,3% dibandingkan periode sama 2021 sebesar Rp 19,25 triliun. Keseluruhan perseroan optimistis mampu membukukan laba bersih hingga Rp45 triliun pada 2022.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi Bank BRI yang telah melakukan transformasi digital dan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan ke depan. Penguatan teknologi, kata dia, dapat menunjang klasterisasi usaha yang digodok oleh perseroan. Tak cuma itu, kehadiran Holding BUMN Ultra Mikro yang dipimpin BRI juga dapat menjadi lokomotif pemulihan ekonomi.
(akr)
Lihat Juga :