Kredibilitas Pemerintah Turun jika Tax Amnesty Mandek

Jum'at, 26 Februari 2016 - 09:34 WIB
Kredibilitas Pemerintah...
Kredibilitas Pemerintah Turun jika Tax Amnesty Mandek
A A A
BALI - Direktur Eksekutif Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo ‎mengatakan, jika kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty tidak terwujud, maka kredibilitas pemerintah bisa turun karena target penerimaan pajak akan dipertanyakan.

‎Menurutnya, kredibilitas tersebut ditujukan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pajak. Bahkan, jika kebijakan ini batal diterapkan akan memicu lebih banyak lagi pengemplangan pajak.

"Tax amnesty ini harus jalan, mau enggak mau. Kalau enggak lanjut, kredibilitas pemerintah bisa turun. Wajib pajak yang ada sekarang justru malah bisa kabur," ujarnya di Bali, Kamis (25/2/2016).

Kendati demikian, kata dia, pemerintah telah banyak melakukan kajian sebelum kebijakan itu diterapkan. Selain itu, juga melakukan pembahasan cukup panjang dengan DPR agar kebijakan ini bisa terlaksana. "Jadi ongkos politik yang sudah dikorbankan buat persiapan juga enggak sedikit," tutur dia.

Dia memperkirakan, jika tax amnesty berjalan bisa mengumpulkan tambahan penerimaan pajak. Meski jumlah ini belum bisa menutupi keseluruhan selisih target pajak 2016 dibanding realisasi 2015.

Atas dasar itu, pemerintah diharapkan juga mengiringinya dengan perbaikan pengawasan sehingga ke depan ada tambahan potensi pajak baru. Serta berdampak terhadap perbaikan rasio pajak atau tax ratio yang saat ini masih rendah.

"Dalam jangka panjang pemerintah harus fokus pada perluasan basis pajak. Kalau sistem manajemen dan pengawasan data bagus, ke depan akan ada kenaikan yang berkelanjutan," pungkas Yustinus.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Ekonom Beberkan Sektor-sektor...
Ekonom Beberkan Sektor-sektor yang Diuntungkan dengan Pengampunan Pajak Jilid II
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
7 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
7 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
7 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
8 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
8 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved