Menko Darmin Klaim Pokja Paket Ekonomi Efektif Pangkas Aturan

Selasa, 14 Juni 2016 - 15:12 WIB
Menko Darmin Klaim Pokja...
Menko Darmin Klaim Pokja Paket Ekonomi Efektif Pangkas Aturan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menerangkan efek positif dari hadirnya Kelompok Kerja (Pokja) Pemantauan Pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi yang dibentuk pemerintah, dalam upaya mempercepat penyelesaian peraturan.

Menurutnya Pokja paket kebijakan memberikan pengaruh kepada penuntasan beberapa regulasi yang belum selesai, evaluasi, publikasi, maupun penyelesaian kasus.

“Pokja ini responnya baik, walaupun belum semuanya selesai, tapi menunjukkan adanya perkembangan. Paling penting dalam mengkomunikasikan paket kebijakan, kita harus jujur. Tidak hanya menampilkan keberhasilan, tapi juga tantangan termasuk kalau ada kegagalan," ucap dia di Jakarta, Selasa (14/6/2016).

(Baca Juga: Pemerintah Bentuk Pokja Monitoring Progres Paket Ekonomi)

Dalam rapat evaluasi disepakati ada 4 Pokja yang dibentuk, yakni Pokja I Kampanye dan Diseminasi Kebijakan, Pokja II Percepatan dan Penuntasan Regulasi, Pokja III Evaluasi dan Analisa Dampak, dan Pokja IV Penanganan dan Penyelesaian Kasus.

Dari beberapa regulasi terkait Paket Kebijakan Ekonomi yang sebelumnya belum tuntas, tiga di antaranya telah selesai. Tiga peraturan itu adalah Peraturan Menteri (Permen) ATR/Ka BPN No 11/2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan, Permentan No 29/2016 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkembunan, dan Permenaker Npo 20/2016 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif.

Sedangkan enam peraturan turunan yang juga telah berstatus selesai berasal dari BKPM, Kementerian ESDM, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian.

Sementara itu Menko Darmin juga menyoroti, ketimpangan penyebaran jumlah industri dan investasi antara Jawa dan luar Jawa dalam rapat koordinasi (rakor) membahas deregulasi paket kebijakan ekonomi. Tercatat pulau Jawa masih mendominasi ekonomi dan tidak terkecuali sektor industri di Indonesia.

"Melihat perbandingan penyebaran jumlah industri (82,6% dan 17,4%) antara Jawa dan luar Jawa, maka perlu intervensi pemerintah. Salah satunya dengan cara fasilitasi pembangunan kawasan industri atau KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dan investasi di luar Jawa," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
45 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
1 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
1 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
10 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
11 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved