Defisit Anggaran 2016 Melebar Rp17 T dari APBN-P 2016

Rabu, 03 Agustus 2016 - 22:37 WIB
Defisit Anggaran 2016...
Defisit Anggaran 2016 Melebar Rp17 T dari APBN-P 2016
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) memutuskan untuk mengubah target defisit anggaran pada tahun ini menjadi 2,35% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp17 triliun. Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 yang telah disepakati DPR sebelumnya, target defisit anggaran sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35% dari PDB.

Dia mengatakan, pihaknya memang telah memutuskan untuk memangkas kembali anggaran sebesar Rp133,8 triliun karena penerimaan pajak yang diperkirakan akan menurun. Namun begitu, target defisit tetap perlu diperlebar untuk mencegah kemungkinan penerimaan pajak jauh lebih kecil lagi.

"Untuk outlook defisit 2016, sesudah melakukan langkah tadi yang disetujui Bapak Presiden, kami perkirakan akan 2,5% dari GDP. Jadi agak sedikit meningkat dari APBN-P yaitu 2,35%. Karena itu, ada tambahan sedikit dari sisi pembiayaan yaitu sekitar Rp17 triliun," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Sementara untuk asumsi dasar ekonomi makro, tambah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, asumsi yang dirombak dari angka yang telah ditetapkan di APBN-P 2016 hanya asumsi nilai tukar rupiah. Asumsi nilai tukar rupiah pada APBN-P 2016 sebesar Rp13.500 per USD, namun diubah menjadi Rp13.300 per USD.

Baca: Pemerintah Optimistis Target Produksi Minyak 820.000 Bph Dapat Tercapai

"Jadi sesuai APBN yang dibahas dengan DPR, pertumbuhan ekonomi akan diasumsikan tetap 5,2%, inflasi 4%, SBN 5,5%, nilai tukar yang tadinya RP13.500 per USD, akan menggunakan nilai yang lebih update yaitu Rp13.300 per USD. Harga minyak USD40 per barel, lifting minyak 820 ribu barel tetap sama dengan yang diasumsikan di APBNP, dan lifting gas 1.150 barel setara minyak per hari," tandasnya.

Sekadar informasi, pada semeser I/2016, Kementerian Keuangan mencatat adanya kenaikan defisit pada APBN 2016. Defisit anggaran melebar Rp146,4 triliun dari Rp84,3 triliun atau 0,73% dari PDB pada semester I/2015 menjadi Rp230,7 triliun atau 1,83% dari PDB pada semester I/2016.

Besarnya defisit utamanya berasal dari membengkaknya belanja total, terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan transfer ke daerah. Besaran dana naik sebesar Rp 113,2 triliun di atas realisasi periode sama tahun lalu.

Di sisi lain, realisasi penerimaan pada semester I/2016 lebih rendah Rp 33,2 triliun dibandingkan realisasi penerimaan periode sama tahun lalu.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN 2022 Defisit 2,35%,...
APBN 2022 Defisit 2,35%, Sri Mulyani: Bukti Keuangan Negara Sehat dan Kuat
Hingga 12 Desember 2023,...
Hingga 12 Desember 2023, Defisit APBN Hanya Rp35 Triliun
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Defisit APBN Melebar,...
Defisit APBN Melebar, Pengamat: Kurangi Belanja Enggak Penting
Efisiensi Ketat tapi...
Efisiensi Ketat tapi Defisit APBN Justru Membengkak, Ini Jawaban Sri Mulyani
Waspada Saudara.....!...
Waspada Saudara.....! Defisit APBN Tembus Rp883,7 Triliun
Berita Terkini
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
43 menit yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
1 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
10 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
10 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
11 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved