BI Khawatirkan Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran

Senin, 08 Agustus 2016 - 13:34 WIB
BI Khawatirkan Langkah...
BI Khawatirkan Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengaku khawatir dengan langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memangkas anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) serta dana transfer ke daerah pada APBN-P 2016. Anggaran yang dipotong dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2016 sekitar Rp133,8 triliun.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya khawatir jika anggaran yang dipangkas adalah yang berkaitan dengan belanja infrastruktur dan pembangunan. Jika demikian, maka akan berdampak kepada perekonomian secara keseluruhan.

"‎Kalau pemotongan adalah dipotong anggaran yang cukup struktural artinya tidak berdampak ke perekonomian Indonesia secara umum, kami rasa itu baik. Kami khawatir kalau dipotong di anggaran, misal pembangunan atau infrastruktur. Ini nanti kami sampaikan di RDG 19 Agustus 2016," katanya di Gedung BI, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Apalagi, sambung mantan menteri keuangan ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum mulai menunjukkan perbaikan meski kondisi dunia masih lamban. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mencapai 5,18%, inflasi terjaga rendah, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menurun, dan neraca perdagangan pun surplus.

"‎Ini kondisi yang membuat Indonesia dalam keadaan ekonomi membaik fundamental membaik," imbuh dia. (Baca: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II di Luar Ekspektasi BI)

Menurutnya, langkah Sri Mulyani untuk memangkas anggaran ditambah program pengampunan pajak (tax amnesty) di tengah perkiraan penerimaan negara yang rendah akan membuat pasar lebih percaya diri. Asalkan, anggaran yang dipangkas betul-betul tidak akan mengganggu pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

"‎Keputusan pemerintah Indonesia ketika tahu penerimaan lebih rendah langsung putuskan menyesuaikan pengeluaran anggaran ini menunjukkan Indonesia mengupayakan secara fiskal sehat, reformasi struktural terus upayakan, dan moneter kita sehat," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Kemenkeu Ajukan Tambahan...
Kemenkeu Ajukan Tambahan Anggaran Rp43,307 T di 2021, Buat Apa?
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
SKB Diteken, BI dan...
SKB Diteken, BI dan Kemenkeu Sepakat Berbagi Beban Utang
Kemenkeu Perpanjang...
Kemenkeu Perpanjang Alokasi Anggaran Corona Sampai 2021
Bank Indonesia Gandeng...
Bank Indonesia Gandeng Kemenkeu Kembangkan CBS
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
2 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
3 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
6 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
6 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
6 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved