alexa snippet

Tom Lembong Nilai Pasar Modal Berlebihan Tanggapi Trump Efek

Tom Lembong Nilai Pasar Modal Berlebihan Tanggapi Trump Efek
Kepala BKPM Tom Lembong menilai, pasar modal dan keuangan terlalu berlebihan menanggapi kemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat (AS). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai, pasar keuangan terlalu berlebihan menanggapi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS). Padahal, berbagai pernyataan Trump dalam kampanye menurutnya belum tentu akan diimplementasikan dalam sebuah kebijakan.

Dia mengatakan, pergerakan pasar modal dan pasar valuta asing paska kemenangan Trump terlalu jauh. Selain itu, antisipasi bond dan currency market terhadap situasi ini pun dipandang agak berlebihan.

"Menurut saya, pasar modal baik pasar valuta, currency sudah agak terlalu jauh bergeraknya. Currency market and the bond market is behaving, seolah stimulusnya akan sangat dramatis. Padahal belum sama sekali diterbitkan detail kebijakannya. Menurut saya antisipasi bond dan currency market agak berlebihan. Over reaksi," katanya di Shangri-la Hotel, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

(Baca Juga: Kejatuhan Rupiah dan Pasar Modal Bukan Donald Trump Efek)

Menurutnya, kemenangan Trump dalam Pilpres AS tidak akan hanya memberikan dampak negatif terhadap pasar melainkan juga dampak positif. Jika ekonomi AS semakin tumbuh, nilai tukar dollar Amerika Serikat (USD) memang akan semakin menguat dan membuat orang akan memillih investasi dalam USD.

"Di sisi lain, dengan dolar naik maka ekspor kita jadi murah. Ekspor kita dari Asia Timur akan melonjak. Itu kan berarti omzet kita naik, penghasilan devisa dari ekspor naik," imbuh dia.

(Baca Juga: Market Wait and See Kebijakan Proteksionis Trump Tahun Depan)

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) ini mengungkapkan, masyarakat dunia selama ini kerap memandang hanya pada satu sisi semata. Padahal ada efek sekunder yang bisa jadi justru akan lebih menguntungkan.

"Kadang reaksi pasar bisa sedikit ekstrem, hanya terobsesi dengan satu aspek saja. Misalnya, suku bunga AS akan naik, dolar menguat dan hanya fokus di arus modal. Tapi lupa, nantinya juga akan ada arus perdagangan," pungkasnya.



(akr)
dibaca 4.953x
loading gif
Top