China Geser Jepang Jadi Kreditor Terbesar AS

Minggu, 17 Mei 2015 - 12:02 WIB
China Geser Jepang Jadi...
China Geser Jepang Jadi Kreditor Terbesar AS
A A A
NEW YORK - Kepemilikan China terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) naik pada Maret untuk kali pertama dalam tujuh bulan terakhir dan kembali mengeser posisi Jepang sebagai kreditor asing terbesar AS.

Dikutip dari Bloomberg, data Departemen Keuangan AS menunjukkan, kepemilikan China terhadap obligasi AS naik USD37,3 miliar menjadi USD1,26 triliun. Sementara Jepang yang sempat menjadi pemegang terbesar obligasi AS untuk kali pertama sejak 2008, berada di posisi kedua kreditor terbesar AS.

Jepang memegang obligasi AS sebesar USD1,23 triliun pada Maret, naik USD2,5 miliar dari bulan sebelumnya.

Naiknya kepemilikan China pada obligasi AS membuat cadangan devisa negara tersebut menurun dalam beberapa bulan terakhir karena melambatnya ekonomi akibat larinya dana ke AS.

Royal Bank of Scotland Group Plc memperkirakan, China kehilangan dana USD300 miliar dalam enam bulan terakhir. Cadangan devisa China turun USD71,5 miliar pada Maret, penurunan ketujuh dan terbesar sejak September 2014.

Cadangan devisa senilai USD3,73 triliun merupakan level terendah sejak September 2013, turun dari rekor Juni tahun lalu yang mencapai USD3,99 triliun.

Sementara Bank Sentral Jepang membanjiri ekonomi dengan dana untuk mengakhiri tahun deflasi dan mendorong kembali pertumbuhan, yang mengakhibatkan yen mengalami pelemahan.

Adapun data arus modal internasional menunjukkan, pembelian bersih obligasi jangka panjang oleh sekuritas asing sebesar USD17,6 miliar pada Maret, turun dibanding bulan sebelumnya senilai USD20,9 miliar.

Ini menunjukkan total dana ke luar lintas negara termasuk surat berharga jangka pendek sebesar USD100,9 miliar dari dana yang masuk sebesar USD28,8 miliar pada Februari.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa kepemilikan obligasi AS oleh Belgia anjlok hingga USD92,5 miliar menjadi USD252,8 miliar pada Maret 2015.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Ekonomi China vs Amerika...
Ekonomi China vs Amerika Siapa Lebih Kuat? Ini Penjelasannya
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Berita Terkini
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
17 menit yang lalu
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
37 menit yang lalu
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
51 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
1 jam yang lalu
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
1 jam yang lalu
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
1 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved