Penghapusan Premium Dinilai Perlu Dikaji Ulang

Selasa, 19 Mei 2015 - 14:25 WIB
Penghapusan Premium...
Penghapusan Premium Dinilai Perlu Dikaji Ulang
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan meminta pemerintah mengevaluasi kembali rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi terkait penghapusan bahan bakar minyak (BBM) premium.

"Saya tidak setuju karena memang untuk saat ini kondisi masyarakat memang masih belum mampu membeli BBM yang mahal," kata dia di Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Menurut dia, penghapusan BBM jenis premium belum diperlukan, mengingat daya beli masyarakat secara keseluruhan belum mampu membeli BBM dengan harga mahal.

Apalagi sekarang, lanjut dia, premium tidak lagi mendapat subsidi dari pemerintah. Alhasil harganya menjadi semakin mahal.

"Ini yang harus dipikirkan kembali. Selain itu, juga kemampuan kilang kita masih belum mampu untuk memproduksi BBM dengan oktan 92 secara keseluruhan," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simak Baik-baik, Begini...
Simak Baik-baik, Begini Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite
BBM Premium dan Pertalite...
BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
BBM Pertalite Bakal...
BBM Pertalite Bakal Disubsidi Pemerintah, Sinyal Premium Dihapus Makin Kuat
Bagaimana Nasib BBM...
Bagaimana Nasib BBM Premium, Menteri ESDM: Secara Alami Tergantikan Oleh Pertalite
Siap-siap Wahai Penikmat...
Siap-siap Wahai Penikmat BBM Premium, Kuota di Jawa-Madura-Bali Akan Dikurangi
Resmi! Premium Dihapus...
Resmi! Premium Dihapus Mulai Tahun Depan, Paling Rendah Hanya Pertalite
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
24 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
58 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved