Bagaimana Nasib BBM Premium, Menteri ESDM: Secara Alami Tergantikan Oleh Pertalite
Rabu, 12 Januari 2022 - 20:32 WIB
loading...
Menteri ESDM Arifin Tasrif angkat bicara soal wacana penghapusan Bahan Bakar Minyak atau BBM Premium seiring konsumsinya yang mulai berkurang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Angkat bicara soal isu penghapusan Bahan Bakar Minyak atau BBM Premium, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah sejauh ini belum akan menarik BBM RON88 tersebut dan masih menjualnya di pasaran. Ia juga menerangkan, saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai menggunakan BBMyang lebih ramah lingkungan .
" Premium itu kalau di Jawa hanya 0,3%. Saya rasa ini alami dan akan terganti oleh Pertalite. Masyarakat sendiri yang memutuskan," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022).
Baca Juga: BBM Premium Mau Dihapus, Konsumsinya Tahun Ini Hanya 3,4 Juta KL
Adapun, pemerintah tengah merumuskan formula kompensasi terhadap Premium untuk campuran Pertalite. Pertalite sendiri memang dibuat dari campuran Premium dan Pertamax.
"Nah, kalau yang Pertamax kan itu harga saat ini tidak subsidi. Tapi dengan harga minyak yang tinggi, ongkos produksinya tidak cukup. Ini sedang dirumuskan," katanya.
Lebih lanjut Menteri ESDM mengungkapkan, saat ini Pertamina juga dengan gencar melakukan sosialisasi penggunaan BBM yang ramah lingkungan. Lalu, kilang-kilang minyaknya juga dimodernisasi sesuai dengan standar EURO 4.
"Kalau negara lain sekarang sudah masuk EURO 5," paparnya.
" Premium itu kalau di Jawa hanya 0,3%. Saya rasa ini alami dan akan terganti oleh Pertalite. Masyarakat sendiri yang memutuskan," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022).
Baca Juga: BBM Premium Mau Dihapus, Konsumsinya Tahun Ini Hanya 3,4 Juta KL
Adapun, pemerintah tengah merumuskan formula kompensasi terhadap Premium untuk campuran Pertalite. Pertalite sendiri memang dibuat dari campuran Premium dan Pertamax.
"Nah, kalau yang Pertamax kan itu harga saat ini tidak subsidi. Tapi dengan harga minyak yang tinggi, ongkos produksinya tidak cukup. Ini sedang dirumuskan," katanya.
Lebih lanjut Menteri ESDM mengungkapkan, saat ini Pertamina juga dengan gencar melakukan sosialisasi penggunaan BBM yang ramah lingkungan. Lalu, kilang-kilang minyaknya juga dimodernisasi sesuai dengan standar EURO 4.
"Kalau negara lain sekarang sudah masuk EURO 5," paparnya.
Lihat Juga :