Masyarakat Resah Peredaran Beras Plastik

Rabu, 20 Mei 2015 - 11:29 WIB
Masyarakat Resah Peredaran...
Masyarakat Resah Peredaran Beras Plastik
A A A
JAKARTA - Peredaran beras atau sintetis yang diduga terbuat dari plastik cukup meresahkan masyarakat di Tanah Air.

Betapa tidak, beras palsu yang kini sedang ramai diperbincangkan itu berbahaya untuk kesehatan dan membuat orang yang mengonsumsinya akan mengalami mual.

Ella (32), ibu dua anak ini mengaku sangat resah dengan peredaran beras sintetis tersebut. Pasalnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan antara beras asli dan beras palsu berbahan dasar plastik itu.

"‎Soalnya kan buat warga yang enggak tahu perbedaannya (beras asli dan beras plastik) pasti tetap beli. Apalagi kalau harganya dijual di bawah pasaran," katanya saat ditemui Sindonews di Jakarta,‎ Rabu (20/5/2015).

‎Dia khawatir efek mengonsumsi beras itu terhadap kesehatan. Wanita yang berprofesi sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini, mengilustrasikan beras plastik yang dikonsumsi masyarakat, layaknya wajah manusia yang dioperasi plastik tanpa petunjuk khusus. Bukannya menjadi rupawan, wajah mereka usai dipermak justru tak karuan.

Lalu apa jadinya jika beras palsu berbahan plastik tersebut masuk ke dalam tubuh kita. "Orang yang wajahnya dioperasi plastik saja hasilnya jelek, apalagi ini yang diasup ke dalam perut kita. Apa jadinya?" katanya khawatir.

Senada dengannya, Nunur (42) juga khawatir dengan peredaran beras sintetis tersebut. Selain merugikan pedagang, juga merugikan konsumen lantaran beras dapat menyebabkan penyakit.

"Memang efeknya (makan beras plastik) enggak sekarang, tapi nanti‎. Orang yang enggak tahu kan lihat beras bagus main beli saja. Beras yang bagus kalau dicuci butek, kalau berasnya licin malah jelek," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Kerusakan Saraf hingga...
Kerusakan Saraf hingga Hilang Ingatan, Ini Bahaya Operasi Plastik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved