Ekonomi Lesu, Pengusaha Anggap Wajar PHK Massal

Senin, 25 Mei 2015 - 14:55 WIB
Ekonomi Lesu, Pengusaha...
Ekonomi Lesu, Pengusaha Anggap Wajar PHK Massal
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menganggap wajar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, di tengah melemahnya perekonomian Indonesia saat ini.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2015 yang hanya 4,7% membuat daya beli masyarakat turun. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan produksi yang dilakukan pengusaha.

"Daya beli masyarakat menurun, karena kegiatan ekonomi melemah. Sekarang penjualan menurun, harga komoditas melemah, ya ngapain produksi mending ditutup sementara," ucapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Menurutnya, saat ini industri yang paling terkena dampak dari pelemahan ekonomi Indonesia adalah industri padat karya, seperti properti, automotif, retail dan konsumen produk.

Pelemahan ekonomi yang terjadi saat ini memang dampak dari perekonomian global. Namun, pemerintah sedianya memiliki langkah‎ antisipasi untuk menghadapi pelemahan perekonomian global tersebut.

"Tapi kan seharusnya dari internal, dalam negeri sudah mempunyai langkah antisipasi. Jadi kita enggak lemah-lemah amat," imbuhnya.

Suryo menambahkan, kebijakan pemerintah untuk meningkatkan target penerimaan pajak pun turut memukul pengusaha. Sebab itu, wajar jika pengusaha memutuskan untuk merumahkan sebagian pekerjanya.‎

"Itu (kenaikan target penerimaan pajak) timing-nya enggak pas. Sementara sekarang pengusaha-pengusaha pada megap-megap, ini bisa jadi PHK massal kalau tidak ambil langkah antisipasi," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digulung Tsunami PHK,...
Digulung Tsunami PHK, 83.450 Orang Mendadak Jadi Pengangguran
Pengangguran Melonjak...
Pengangguran Melonjak Jadi 7,28 Juta Orang, Perindo Soroti Lemahnya Daya Beli dan Iklim Usaha
PHK Massal Terpa Industri...
PHK Massal Terpa Industri RI, Indikator Ekonomi Sedang Tak Baik-baik Saja?
Ekonomi RI Ambyar -5,32%,...
Ekonomi RI Ambyar -5,32%, Awas Makin Banyak PHK!
Tsunami PHK Gulung Indonesia,...
Tsunami PHK Gulung Indonesia, Bagaimana Kondisi Ekonomi?
Pabrik Tekstil RI Bertumbangan,...
Pabrik Tekstil RI Bertumbangan, Tinggal Sisa Satu di Jakarta Timur
Berita Terkini
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
4 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
45 menit yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
2 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved