Malaysia Airlines Akan Dirombak Total

Rabu, 27 Mei 2015 - 10:06 WIB
Malaysia Airlines Akan...
Malaysia Airlines Akan Dirombak Total
A A A
KUALA LUMPUR - Maskapai Malaysia Airlines (MAS) akan menjalani perubahan menyeluruh menjadi perusahaan baru. Branding ulang akan diumumkan pekan depan, termasuk perubahan rencana untuk strategi jaringan dan armadanya.

Christoph Mueller yang bergabung sebagai chief executive officer (CEO), dari maskapai nasional Irlandia, Aer Lingus, menjelaskan perubahan baru akan seperti ”start-up ”. Nama baru dan seragam baru sudah dibahas untuk maskapai tersebut.

”Saya dipekerjakan untuk menjalankan perusahaan baru seluruhnya secara komersial dan hanya ada ruang yang sangat kecil untuk kesalahan,” papar Mueller pada kantor berita Reuters di kantor pusat perusahaan investor negara Malaysia, Khazanah, yang menjadikan MAS sebagai perusahaan privat tahun lalu dalam program strukturisasi senilai USD1,66 miliar.

”Ini tidak melanjutkan perusahaan lama dalam kulit baru, semuanya baru,” ungkap Mueller, yang membantu mengubah berbagai maskapai seperti Aer Lingus, Sabena di Belgia dan Lufthansa di Jerman. Khazanah menjelaskan awal pekan ini bahwa chairman firma audit PricewaterhouseCoopers Malaysia telah dipilih untuk mengawasi pemindahan asetaset dan liabilitas MAS pada perusahaan baru, Malaysia Airlines Bhd, yang mulai beroperasi pada September mendatang.

Maskapai itu telah mengalami kerugian selama beberapa tahun, mengalami kerusakan brand setelah tragedi penerbangan MH370 yang membawa 239 penumpang dan kru, serta hilang pada Maret tahun lalu. Hilangnya pesawat itu menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia.

Juli lalu Malaysia Airlines Flight MH17 ditembak jatuh oleh pemberontak di kawasan Ukraina timur dan 298 orang di kabin tewas. Analis menyatakan, kemampuan manajemen diperlukan untuk menyelamatkan maskapai itu. Berbagai kemampuan manajemen itu antara lain untuk mengurangi biaya, mengerahkan kapasitas sehingga lebih efisien, menciptakan jaringan yang menguntungkan yang didukung posisi Kuala Lumpur sebagai pusat regional, dan bermitra dengan maskapai lain.

MAS masa lalu juga menghadapi perselisihan antara pihak manajemen dan serikat buruh yang menentang pengurangan pegawai. Pemerintah juga intervensi dalam pengelolaan maskapai setiap hari. Selain itu, kontrak-kontrak komersial seringkali diberikan pada para penyuplai berdasarkan koneksi politik.

MAS mengumumkan rencana merumahkan sepertiga dari total 20.000 pegawainya diperkirakan pekan depan. Perusahaan itu juga berupaya mengurangi kapasitasnya tahun ini. Mueller membenarkan bahwa maskapai itu berupaya menjual dua pesawat A380 dan akan mengurangi jumlah armadanya.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
1 jam yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
1 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
2 jam yang lalu
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
2 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved