IHSG Diramal Melemah, Pantau 6 Saham Ini
Senin, 01 Juni 2015 - 08:05 WIB
IHSG Diramal Melemah, Pantau 6 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramal masih berpotensi melemah jika aksi jual berlanjut. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan, jika ada.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pasca lunaskan utang gap 5.273-5.278, laju IHSG belum menunjukkan adanya pembalikan arah naik.
"Meski kami mengharapkan adanya kenaikan, namun tampaknya IHSG masih berada dalam tren penurunan jangka pendeknya (untuk sementara ini)," ujarnya di Jakarta, Senin (1/6/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.205-5.209 dan resisten 5.235-5.256. Laju IHSG kemarin bergerak di bawah target support 5.215-5.225 dan sempat berada di area target resisten 5.245-5.280 meski kembali melemah.
"Kekhawatiran kami akan masih terjadinya pelemahan kian berlanjut dengan laju IHSG yang bergerak masih melanjutkan pelemahannya. Bahkan dengan terlunasinya utang gap juga belum membuat laju IHSG bergerak positif," jelas Reza.
Menurutnya, pelemahan kian berlanjut pasca terimbas sentimen pelemahan laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dengan aksi jual lanjutannya seiring masih menguatnya nilai tukar dolar AS (USD) anggapan belum tuntasnya permasalahan Yunani.
"Kemudian kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pelemahan di Tiongkok. Sebelumnya kami sampaikan, diharapkan pasca mengalami pelemahan dengan terlunasinya utang gap tersebut, pelemahan menjadi lebih berkurang," katanya.
Namun, Reza menyampaikan, kondisi ini juga harus diimbangi dengan kembalinya aksi beli. Melemahnya laju rupiah dan masih adanya nett sell asing kian menambah derita IHSG.
"Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net sell Rp482,89 miliar menjadi net sell Rp172,31 miliar)," pungkasnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini, yaitu:
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp13.325-Rp13.525. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp13.400.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.700-Rp9.500. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp9.375.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp315-Rp345. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp336.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp22.050-Rp22.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp22.350.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.960-Rp3.125. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.080.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp6.300-Rp6.575. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp6.425.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pasca lunaskan utang gap 5.273-5.278, laju IHSG belum menunjukkan adanya pembalikan arah naik.
"Meski kami mengharapkan adanya kenaikan, namun tampaknya IHSG masih berada dalam tren penurunan jangka pendeknya (untuk sementara ini)," ujarnya di Jakarta, Senin (1/6/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.205-5.209 dan resisten 5.235-5.256. Laju IHSG kemarin bergerak di bawah target support 5.215-5.225 dan sempat berada di area target resisten 5.245-5.280 meski kembali melemah.
"Kekhawatiran kami akan masih terjadinya pelemahan kian berlanjut dengan laju IHSG yang bergerak masih melanjutkan pelemahannya. Bahkan dengan terlunasinya utang gap juga belum membuat laju IHSG bergerak positif," jelas Reza.
Menurutnya, pelemahan kian berlanjut pasca terimbas sentimen pelemahan laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dengan aksi jual lanjutannya seiring masih menguatnya nilai tukar dolar AS (USD) anggapan belum tuntasnya permasalahan Yunani.
"Kemudian kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pelemahan di Tiongkok. Sebelumnya kami sampaikan, diharapkan pasca mengalami pelemahan dengan terlunasinya utang gap tersebut, pelemahan menjadi lebih berkurang," katanya.
Namun, Reza menyampaikan, kondisi ini juga harus diimbangi dengan kembalinya aksi beli. Melemahnya laju rupiah dan masih adanya nett sell asing kian menambah derita IHSG.
"Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net sell Rp482,89 miliar menjadi net sell Rp172,31 miliar)," pungkasnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini, yaitu:
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp13.325-Rp13.525. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp13.400.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.700-Rp9.500. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp9.375.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp315-Rp345. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp336.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp22.050-Rp22.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp22.350.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.960-Rp3.125. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.080.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp6.300-Rp6.575. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp6.425.
(izz)
Lihat Juga :