Data Variatif, Wall Street Berakhir Naik
Selasa, 02 Juni 2015 - 10:35 WIB
Data Variatif, Wall Street Berakhir Naik
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street berakhir dengan kenaikan moderat pada Senin waktu setempat setelah terkoreksi di tengah variatifnya data ekonomi.
Laporan dari ISM menunjukkan laju pertumbuhan manufaktur Amerika Serikat (AS) naik pada bulan Mei. Selain itu, belanja konstruksi naik pada April, namun belanja konsumen tiba-tiba mendatar.
Data tersebut membuat investor berspekulasi seberapa cepat Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Adapun Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan, dengan sedikit data rebound, The Fed tidak dalam posisi untuk memulai menaikkan suku bunga untuk kali pertama kalinya sejak 2006.
"Hal-hal yang tampaknya akan mendorong pasar saat ini adalah bangkitnya kembali penjualan dan beberapa data ekonomi yang cukup bagus. Tapi beberapa antusiasme telah memudar karena perdebatan kapan Fed akan menaikkan suku bunganya," kata Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2015).
Delapan dari 10 sektor di indeks S&P berakhir lebih tinggi, dengan sektor kesehatan, industri dan teknologi memimpin kenaikan.
Adapun saham sektor transportasi rebound dari kerugian baru-baru ini. sektor transportasi di indeks Dow Jones (DJT) yang pekan lalu berada di wilayah koreksi, naik 1,1%.
Dow Jones Industrial Average naik 29,69 poin atau 0,16% ke 18.040,37; indeks S&P 500 naik 4,34 poin atau 0,21% ke 2.111,73; dan Nasdaq Composite bertambah 12,90 poin atau 0,25% ke 5.082,93.
Saham dengan kenaikan tertinggi adalah Imunogen (IMGN.O), yang melonjak lebih dari 70%. Saham Bristol-Myers (BMY.N) melonjak 2,9% menjadi USD66,48.
Sekitar 5,9 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama lima sesi terakhir sebanyak 6,1 miliar saham.
Laporan dari ISM menunjukkan laju pertumbuhan manufaktur Amerika Serikat (AS) naik pada bulan Mei. Selain itu, belanja konstruksi naik pada April, namun belanja konsumen tiba-tiba mendatar.
Data tersebut membuat investor berspekulasi seberapa cepat Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Adapun Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan, dengan sedikit data rebound, The Fed tidak dalam posisi untuk memulai menaikkan suku bunga untuk kali pertama kalinya sejak 2006.
"Hal-hal yang tampaknya akan mendorong pasar saat ini adalah bangkitnya kembali penjualan dan beberapa data ekonomi yang cukup bagus. Tapi beberapa antusiasme telah memudar karena perdebatan kapan Fed akan menaikkan suku bunganya," kata Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2015).
Delapan dari 10 sektor di indeks S&P berakhir lebih tinggi, dengan sektor kesehatan, industri dan teknologi memimpin kenaikan.
Adapun saham sektor transportasi rebound dari kerugian baru-baru ini. sektor transportasi di indeks Dow Jones (DJT) yang pekan lalu berada di wilayah koreksi, naik 1,1%.
Dow Jones Industrial Average naik 29,69 poin atau 0,16% ke 18.040,37; indeks S&P 500 naik 4,34 poin atau 0,21% ke 2.111,73; dan Nasdaq Composite bertambah 12,90 poin atau 0,25% ke 5.082,93.
Saham dengan kenaikan tertinggi adalah Imunogen (IMGN.O), yang melonjak lebih dari 70%. Saham Bristol-Myers (BMY.N) melonjak 2,9% menjadi USD66,48.
Sekitar 5,9 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama lima sesi terakhir sebanyak 6,1 miliar saham.
(rna)
Lihat Juga :