Wall Street Melemah Jelang Rilis Data Tenaga Kerja

Jum'at, 05 Juni 2015 - 08:51 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Jelang Rilis Data Tenaga Kerja
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Kamis waktu setempat berakhir melemah dipicu kekhawatiran menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini dan ketidakpastian kesepakatan Yunani dengan kreditur.

Penurunan harga minyak dan emas juga menekan saham sektor energi dan material, yang mendorong koreksi pada indeks S&P 500.

Sementara data menunjukkan pengetatan pasar tenaga kerja, dengan pekerja yang mengajukan aplikasi tunjangan pengangguran turun pekan lalu dan jumlah orang yang mengajukan aplikasi klaim manfaat turun ke level terendah sejak 2000, menunjukkan Federal Reserve akan tetap di jalur untuk menaikkan suku bunganya tahun ini.

"Fokus perhatian pada besok mengenai jumlah tenaga kerja. Mungkin kekhawatirannya angka itu (tenaga kerja) akan membaik," kata Kepala Investasi Solaris Group di Bedford Hills Tim Ghriskey, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (5/6/2015).

Beberapa investor berpikir jumlah tenaga kerja yang kuat bisa meningkatkan peluang Fed untuk menaikkan suku lebih awal daripada rencana sebelumnya.

Menambah kekhawatiran investor, Yunani menunda pembayaran utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Jumat dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa pembicaraan reformasi keuangan masih jauh dari kesepakatan.

Investor juga mencerna komentar IMF, yang mendesak Fed tidak menaikkan suku bunga sampai ada tanda-tanda yang jelas dari kenaikan upah dan inflasi.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 170,69 poin atau 0,94% ke 17.905,58; indeks S&P 500 kehilangan 18,23 poin atau 0,865 ke 2.095,84; dan Nasdaq Composite turun 40,11 poin atau 0,79% ke 5.059,13.

Sekitar 6,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, sedikit di atas rata-rata selama limas sesi terakhir sebanyak 6,2 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
22 menit yang lalu
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
1 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
11 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
12 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
12 jam yang lalu
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
12 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved