IHSG Diprediksi Miliki Peluang Rebound
Rabu, 10 Juni 2015 - 08:09 WIB
IHSG Diprediksi Miliki Peluang Rebound
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpeluang untuk mencoba balik arah (rebound) setelah jatuh cukup dalam.
"Dengan bergerak relatif mixed pada kisaranpergerakan 4.850-4.970," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (10/6/2015).
dia menjelaskan, minimnya sentimen lanjutan pada hari ini membuat investor kembali fokus pada data inflasi Yunani dan hasil pertemuan menteri keuangan dari tujuh negara (G7).
"Saham yang dapat diperhatikan, di antaranya ICBP, KLBF, MPPA, LPCK, DILD, dan CTRS," pungkasnya.
Sementara IHSG kemarin kembali tertekan oleh aksi jual investor asing. Setelah nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi di tengah kekhawatiran data ekonomi Indonesia dan positifnya data ekonomi di Amerika Serikat (AS).
IHSG turun cukup dalam 115,11 poin atau 2,30% di level 4.899,88. Data ekonomi tingkat penjualan ritel tahunan bulan April naik berkontraksi terhadap ekspektasi sebesar 22,4% dari 19,7% dan ekpektasi turun 8,96%, sedikit menahan kekhawatiran investor di akhir sesi. Investor asing pun mencatatkan net sell cukup tinggi sebesar Rp1,02 triliun.
"Dengan bergerak relatif mixed pada kisaranpergerakan 4.850-4.970," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (10/6/2015).
dia menjelaskan, minimnya sentimen lanjutan pada hari ini membuat investor kembali fokus pada data inflasi Yunani dan hasil pertemuan menteri keuangan dari tujuh negara (G7).
"Saham yang dapat diperhatikan, di antaranya ICBP, KLBF, MPPA, LPCK, DILD, dan CTRS," pungkasnya.
Sementara IHSG kemarin kembali tertekan oleh aksi jual investor asing. Setelah nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi di tengah kekhawatiran data ekonomi Indonesia dan positifnya data ekonomi di Amerika Serikat (AS).
IHSG turun cukup dalam 115,11 poin atau 2,30% di level 4.899,88. Data ekonomi tingkat penjualan ritel tahunan bulan April naik berkontraksi terhadap ekspektasi sebesar 22,4% dari 19,7% dan ekpektasi turun 8,96%, sedikit menahan kekhawatiran investor di akhir sesi. Investor asing pun mencatatkan net sell cukup tinggi sebesar Rp1,02 triliun.
(rna)
Lihat Juga :