Wall Street Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani

Selasa, 09 Juni 2015 - 08:45 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street berakhir terkoreksi pada Senin waktu setempat karena investor khawatir tentang Yunani dan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada awal September.

Investor menjadi lebih khawatir terhadap waktu kenaikan suku bunga pertama Fed dalam hampir satu dekade, menyebabkan indeks Dow Jones bergerak ke wilayah negatif pada tahun ini.

Data tenaga kerja Mei yang lebih kuat dari perkiraan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan September mendatang, lebih cepat dari yang diharapkan.

"Jumlah tenaga kerja Mei menunjuk ke arah yang lebih memungkinkan menaikkan suku bunga," kata Direktur Penjualan dan Perdagangan di LEK Securities Frank Davis seperti dilansir dari Reuters, Selasa (9/6/2015).

Yang menambah tekanan, para pejabat Yunani dan Uni Eropa bertemu pada Senin tapi hanya sedikit mengindikasikan kemajuan untuk mencegah potensi gagal bayar (default) utang Yunani ketika program bailout berakhir pada akhir bulan ini.

"Aliran berita terus berputar di sekitar Yunani," kata ahli strategi investasi senior dan direktur alokasi aset di RidgeWorth Investments Alan Gayle.

Sementara dolar Amerika Serikat (USD) melemah setelah laporan, yang kemudian dibantah mengenai komentar Presiden Barack Obama yang menyatakan keprihatinan atas reli panjang USD tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 82,91 poin atau 0,46% menjadi berakhir pada 17.766,55; indeks S&P 500 kehilangan 13,55 poin atau 0,65% ke 2.079,28; dan Nasdaq Composite turun 46,83 poin atau 0,92% ke 5.021,63.

Sekitar 5,5 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 6,1 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
9 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
9 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
10 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
11 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Darurat Utang, Setiap...
Darurat Utang, Setiap Kepala di AS Menanggung Beban Rp1,6 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved