Pengembang Didorong Tingkatkan Pasokan Rumah Murah

Rabu, 17 Juni 2015 - 21:49 WIB
Pengembang Didorong...
Pengembang Didorong Tingkatkan Pasokan Rumah Murah
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus mendorong para pengembang untuk berpastisipasi aktif dalam menyukseskan program sejuta rumah untuk rakyat dengan meningkatkan pasokan rumah murah.

Pasalnya, hingga saat ini backlog (kekurangan kebutuhan) rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berdasarkan data dari BPS berjumlah 13,5 juta unit dan terus meningkat setiap tahunnya.

Kekurangan rumah masyarakat saat ini sekitar 13,5 juta dan per tahun diperkirakan terus bertambah sekitar 800.000 unit. Sedangkan Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat merupakan salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah guna mengurangi angka backlog perumahan tersebut.

"Karena itu, kami membutuhkan partisipasi aktif serta dukungan dari pengembang dalam menyediakan pasokan rumah untuk rakyat tersebut," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Menurut Syarif, upaya yang dilakukan oleh pemerintah demi meningkatkan minat pengembang untuk membangun rumah murah untuk masyarakat adalah dengan memberikan beberapa insentif kepada para pengembang.

Insentif tersebut adalah melalui kemudahan perizinan serta bantuan prasarana sarana dan utilitas, seperti jalan, saluran air dan listrik, sehingga harga rumah tidak terlalu tinggi.

Lebih lanjut Syarif menerangkan, pihaknya juga menyadari bahwa pengembang juga perlu keuntungan dalam menjalankan usahanya. Namun demikian, apabila pengembang tidak dapat memenuhi pasokan rumah, sedangkan kebutuhan rumah semakin meningkat tentunya hal itu juga akan menambah persoalan di sektor perumahan.

Terkait pelaksanaan program sejuta rumah yang telah dicanangkan oleh presiden beberapa waktu lalu, Sayrif menejelaskan, program tersebut masih tetap berjalan dengan baik. Namun demikian, meskipun lokasi pembangunannya tersebar di seluruh wilayah Indonesia tentunya akan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan rumah dari masing-masing daerah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Efisiensi, Kementerian...
Efisiensi, Kementerian PUPR Bersiap Lakukan Reorganisasi Balai
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
1 jam yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
2 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
2 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
5 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved