Indeks Nasdaq Cetak Rekor Didorong Data Ekonomi

Jum'at, 19 Juni 2015 - 08:56 WIB
Indeks Nasdaq Cetak...
Indeks Nasdaq Cetak Rekor Didorong Data Ekonomi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street reli, dengan indeks Nasdaq pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir pada rekor didorong data ekonomi yang kuat.

Nasdaq Composite mencapai level tertinggi di 5.143,316, di atas rekor sebelumnya 5.132,52 pada 10 Maret 2000. Russell 2000 juga mencatat rekor, sementara indeks S&P 500 ditutup 0,5% dari rekor.

Indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) bulan lalu mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari 2 tahun, aplikasi klaim pengangguran turun pekan lalu hampir 15 tahun terakhir karena rendahnya aktivitas dan operasional pabrik di wilayah pertengahan Atlantik selama enam bulan terakhir pada Juni.

"Pertumbuhan ekonomi mulai lebih jelas. The Fed akan menjadi sangat lambat untuk menaikkan suku bunga," kata Kepala Strategi Ekuitas di Wells Fargo Funds Management John Manley seperti dilansir dari Reuters, Jumat (19/6/2015).

Pasar mencermati sinyal dari bank sentral AS, yang sedang mempersiapkan diri untuk menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.

Dow Jones Industrial Average naik 180,1 poin atau 1% ke 18.115,84; indeks S&P 500 naik 20,8 poin atau 0,99% ke 2.121,24; dan Nasdaq Composite bertambah 68,07 poin atau 1,34% ke 5.132,95.

Sekitar 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di atas rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 5,96 miliar saham.

Pemimpin zona euro akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin untuk mencoba mencegah default Yunani karena Athena dan kreditor internasional menemui jalan buntu atas kesepakatan utang.

Menurut dia, situasi Yunani adalah salah satu yang memengaruhi investor dan sulit untuk mengetahui reaksi pasar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
3 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved