Wall Street Menguat Dipicu Harapan Atas Yunani

Rabu, 01 Juli 2015 - 08:58 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Dipicu Harapan Atas Yunani
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street ditutup menguat setelah bergerak fluktuatif karena investor masih mengharapkan adanya kesepakatan untuk menjaga Yunani tidak terdepak dari zona Eropa.

Yunani harus membayar utangnya sebesar 1,6 miliar euro atau USD1,8 milyar kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa waktu setempat. Sebelumnya Yunani mengajukan proposal bantuan baru kepada para kreditornya sebagai upaya terakhir untuk menyelesaikan kebuntuan dengan pemberi pinjaman.

Seorang sumber mengatakan, pemerintah Yunani menunjukkan bahwa hal itu bisa mengubah sikap terhadap referendum, yang dijadwalkan akan dilakukan pada 5 Juli mendatang, jika permintaan kredit baru bisa disepakati.

Pasar saham AS dan Eropa sebelumnya berbalik negatif, namun Wall Street berbalik arah di sore hari di tengah harapan bahwa Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menunjukkan tanda-tanda kesediaan untuk berbicara.

"Saya pikir (Tsipras) sedikit menantang dan sombong dan dia berlebihan. Ini masih bisa bisa meledak karena masih ada kegelisahan di pasar," kata Direktur di O'Neil Securities Kenny Polcari seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/7/2015).

Perusahaan-perusahaan AS memiliki eksposur terbatas ke Yunani, tetapi investor khawatir tentang dampak di seluruh Eropa jika negara itu keluar dari zona Eropa.

Berita dramatis dari Yunani membayangi data AS pekan ini. Harga rumah keluarga tunggal naik di bulan April dari tahun sebelumnya tapi pada kecepatan yang lebih lambat dari perkiraan.

Sementara indeks kepercayaan konsumen AS naik lebih dari yang diperkirakan menjadi 101,4 pada bulan Juni dari konsesnsur sebesar 97,3.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 23,16 poin atau 0,13% ke 17.619,51; indeks S&P 500 naik 5,48 poin atau 0,27% ke 2.063,12; dan Nasdaq Composite bertambah 28,40 poin atau 0,57% ke 4.986,87.

Sekitar 7,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, turun dibandingkan dengan rata-rata selama lima sesi terakhir 6,3 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
31 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
55 menit yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
1 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
2 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
2 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
3 jam yang lalu
Infografis
Netanyahu: Pendudukan...
Netanyahu: Pendudukan Ilegal atas Tanah Suriah akan Selamanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved