Bursa NYSE Terhenti, Obama Pantau 24 Jam

Kamis, 09 Juli 2015 - 05:34 WIB
Bursa NYSE Terhenti,...
Bursa NYSE Terhenti, Obama Pantau 24 Jam
A A A
NEW YORK - Bursa Efek New York (New York Stock Exchange/NYSE) menghentikan sementara perdagangan semua sekuritas selama lebih dari tiga setengah jam akibat gangguan teknis. Meski membantah akibat serangan cyber, Presdien AS Barack Obama ikut memantau situasi yang terjadi selama 24 jam.

Perdagangan dihentikan Rabu (8/7/2015), sekitar pukul 11:32 waktu setempat, dan Bursa Efek New York tidak membuka sampai pukul 15.10 atau 50 menit sebelum penutupan.

Meski terhenti, saham terus dijual di pasar lain selama shutdown, dan pertukaran elektronik Bursa Efek New York terus beroperasi.

Gangguan di NSYE memicu kekhawatiran serangan cyber, namun para pejabat di AS mengklaim itu karena masalah teknis.

"Kami mengalami masalah teknis dan kami bekerja untuk menyelesaikan secepat mungkin," kata NYSE melalui akun Twitter, seperti dilansir dari The Hill, Kamis (9/7/2015).

"Kami melakukan yang terbaik untuk menghasilkan resolusi cepat dan akan memberikan update lebih lanjut secepat kami bisa," tambahnya.

Presiden Obama telah mendapat penjelasan terkait insiden di NYSE dari kepala staf Denis McDonough dan pimpinan counterterrorism adviser Lisa Monaco, kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

Earnest menuturkan, Monaco melaporkan kepada Obama pada saat ini tidak ada indikasi pelaku berbahaya yang terlibat dalam isu-isu teknologi.

Menurut Earnest, kepada penasihatnya Obama ingin menerima update laporan situasi NSYE sepanjang hari. Dia menyebut terlalu dini memberikan penilaian tentang dampak ekonomi dari NYSE.

Kepala Komisi Sekuritas dan Bursa, Mary Jo White memberikan beberapa rincian tentang apa yang terjadi di bursa dan regulator masih dalam komunikasi dengan NYSE. "Kami berada dalam kontak dengan NSYE dan memantau situasi," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya United Airlines gagal melakukan penerbangan beberpa jam karena kegagalan sistem.

"Masalah dengan United Airlines dan bursa saham tampaknya bukan hasil dari aktor jahat," tukas Menteri Keamanan Dalam Negeri, Jeh Johnson dalam sebuah pidato di Pusat Studi Strategis dan Internasional, menanggapi isu peretas yang ramai dibicarakan di media.

Sebelumnya, NYSE dibuka terlambat pada saat badai salju menerjang Februari 1994, dan pernah ditutup tiba-tiba saat terjadi penyerangan teroris 11 September 2011. Terakhir, aktivitas terganggu akibat Badai Sandy menerjang pada Oktober 2012.

Baca: Mencurigakan, NYSE Ditutup Mendadak
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
7 menit yang lalu
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
16 menit yang lalu
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
51 menit yang lalu
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
59 menit yang lalu
Nasib IHSG Siang Ini,...
Nasib IHSG Siang Ini, Babak Belur Tergelincir 2,42% ke 5.679
1 jam yang lalu
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved