Lho! Jokowi Sebut Utang Luar Negeri Masih Kecil
Kamis, 09 Juli 2015 - 19:08 WIB
Lho! Jokowi Sebut Utang Luar Negeri Masih Kecil
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang kini telah mencapai Rp2.843,45 triliun atau sekitar 25% dari GDP masih kecil.
Padahal, banyak pihak yang mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami hal sama seperti Yunani yang gagal bayar utang jatuh temponya kepada International Monetary Fund (IMF) dan menyebabkan negara ini bangkrut.
"Utang kita ini masih kecil sekali. Debt to Equity Ratio (DER) kita berapa sih? Masih 50-an kan, lalu utang terhadap GDP itu 25%. Masih kecil sekali," katanya di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini sesumbar bahwa ULN Indonesia masih jauh lebih kecil di banding negara lain. Dirinya menjamin, posisi utang Indonesia masih dalam ambang batas yang aman dan sehat. (Baca: Yunani Bangkrut, Pemerintah Diminta Stop Utang Baru)
"Saya lihat kemarin di data antara negara lain. Kita rasio utang terhadap GDP-nya bagus, masih 25%, masih kecil. Artinya kita lebih sehat," imbuhnya.
Dia menambahkan, sejatinya memiliki utang di luar negeri bukanlah hal buruk. Asalkan, utang tersebut dikelola dengan baik dan tidak diperuntukkan bagi sektor konsumtif.
"Jangan sampai kita pinjam, kita pakai untuk subsidi BBM. Kita pinjam untuk konsumtif, itu enggak bisa. Makanya sama seperti perusahaan, masa pinjam bank lalu pakai untuk beli makan atau beli mobil. Itu kan enggak betul. Yang benar saja. Makanya harus untuk sektor produktif," pungkas Jokowi.
Baca juga:
Tambah Utang, Menkeu Kok Bilang Tak Merugikan
Utang Indonesia hingga Mei 2015 Tembus Rp2.845 T
Padahal, banyak pihak yang mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami hal sama seperti Yunani yang gagal bayar utang jatuh temponya kepada International Monetary Fund (IMF) dan menyebabkan negara ini bangkrut.
"Utang kita ini masih kecil sekali. Debt to Equity Ratio (DER) kita berapa sih? Masih 50-an kan, lalu utang terhadap GDP itu 25%. Masih kecil sekali," katanya di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini sesumbar bahwa ULN Indonesia masih jauh lebih kecil di banding negara lain. Dirinya menjamin, posisi utang Indonesia masih dalam ambang batas yang aman dan sehat. (Baca: Yunani Bangkrut, Pemerintah Diminta Stop Utang Baru)
"Saya lihat kemarin di data antara negara lain. Kita rasio utang terhadap GDP-nya bagus, masih 25%, masih kecil. Artinya kita lebih sehat," imbuhnya.
Dia menambahkan, sejatinya memiliki utang di luar negeri bukanlah hal buruk. Asalkan, utang tersebut dikelola dengan baik dan tidak diperuntukkan bagi sektor konsumtif.
"Jangan sampai kita pinjam, kita pakai untuk subsidi BBM. Kita pinjam untuk konsumtif, itu enggak bisa. Makanya sama seperti perusahaan, masa pinjam bank lalu pakai untuk beli makan atau beli mobil. Itu kan enggak betul. Yang benar saja. Makanya harus untuk sektor produktif," pungkas Jokowi.
Baca juga:
Tambah Utang, Menkeu Kok Bilang Tak Merugikan
Utang Indonesia hingga Mei 2015 Tembus Rp2.845 T
(izz)
Lihat Juga :