Lebaran, Rini Soemarno Tengok Cucu di Tokyo

Jum'at, 17 Juli 2015 - 06:21 WIB
Lebaran, Rini Soemarno...
Lebaran, Rini Soemarno Tengok Cucu di Tokyo
A A A
JAKARTA - Menjadi abdi negara alias seorang menteri memang bukan pekerjaan mudah. Setumpuk beban dan tanggung jawab selalu mengikuti setiap hari, bahkan tak jarang waktu yang dihabiskan untuk tugas negara lebih banyak ketimbang untuk keluarga.

Hal tersebut pun dirasakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno atau lebih dikenal Rini Soemarno. Tugasnya memimpin perusahaan pelat merah yang jumlahnya hampir ratusan, membuatnya tidak memiliki banyak waktu untuk keluarganya.

Alhasil, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) ini memilih untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini di Tokyo, Jepang. Hal ini dilakukan Rini untuk mengobati kerinduannya kepada anak dan cucunya yang bermukim di Negeri Sakura ini.

"Lebaran saya enggak pulang kampung, saya mau jenguk cucu di Tokyo. Soalnya anak saya di sana. Jadi kita semua di sana," katanya di kantor Kementerian BUMN belum lama ini.

Menurut Rini, cucu perempuan yang diberi nama Amara ini kini sudah berusia 15 bulan. Dengan wajah penuh kerinduan, wanita kelahiran Maryland, 9 Juni 1958 ini berkisah bahwa cucunya kini sudah bisa jalan.

"Ya sudah (usia) 15 bulan. Kemarin sudah di Skype, ngasih lihat terus sudah bisa jalan. Aduh, udah lari-lari dikit terus jatuh," tuturnya penuh haru.

Sarjana ekonomi lulusan Wellesley College, Amerika Serikat (AS) ini bakal sepekan di Negara Matahari Terbit tersebut. "Kayaknya seminggu (di Tokyo). Jadi menghilang sebentar boleh ya," tandasnya.

Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian BUMN, Rini memulai kariernya dengan bekerja di Citibank Jakarta pada 1982. Kemudian pada 1989, Rini menjabat sebagai General Manager Finance Division di PT Astra International.

Kariernya terus meroket dan pada 1990 Rini menjabat sebagai Komisaris Bank Universal dan kemudian menjadi Wakil presiden komisaris di PT United Tractors pada 1993.

Pada 1995 Rini juga sempat menjadi komisaris Bursa Efek Jakarta dan Komisaris PT Astra Agro Lestari. Selanjutnya sejak 1998-2000, Rini diangkat sebagai Presiden Direktur PT Astra Internasional. Pada 1998 Rini sempat menduduki jabatan Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan Staf Ahli Departemen Keuangan Republik Indonesia.

Pada 1999, Rini dipercaya menjadi Presiden Komisaris PT Astra Agro lestari dan pada 2000 Rini menjadi Komisaris PT Agrakom sekaligus Presiden Komisaris PT Semesta Citra Motorindo. Kemudian pada 2000 hingga 2001, Rini diangkat menjadi Presiden Direktur di tempat yang sama.

Rini diangkat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong 2001 hingga 2004. Pada saat yang sama, Rini juga menjadi presiden direktur pada PT Kanzen Motor Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemudik Tahun Ini Diprediksi...
Pemudik Tahun Ini Diprediksi Meningkat, Kuota Mudik Gratis BUMN 2023 Diperbanyak
Safari Ramadan Kementerian...
Safari Ramadan Kementerian BUMN, Erick Thohir Kunjungi TelkomGroup
SIG dan Kementerian...
SIG dan Kementerian BUMN Kolaborasi Gelar Program Sobat Aksi Ramadan
Program Sobat Aksi Ramadan...
Program Sobat Aksi Ramadan 2025, BNI Renovasi Masjid dan Beri Bantuan Pangan
BUMN Kembali Gelar Mudik...
BUMN Kembali Gelar Mudik Gratis Tahun Ini, Ada Kuota untuk 80.000 Orang
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2025 Senin 31 Maret
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved