BI Waspadai Kredit Bermasalah

Rabu, 22 Juli 2015 - 19:26 WIB
BI Waspadai Kredit Bermasalah
BI Waspadai Kredit Bermasalah
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus mewaspadai beberapa sektor yang dinilai berpotensi mengalami kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, peningkatan rasio NPL disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan kredit dan meningkatnya jumlah NPL secara nominal.

Selain itu, lanjut dia, lemahnya pertumbuhan ekonomi juga menjadi faktor penyumbang perlambatan kredit yang berkorelasi pada kenaikan rasio NPL.

"Memang NPL-nya ada sedikit peningkatan dan untuk itu kami yakin bank-bank akan berikan perhatian. Ini karena secara gross sudah meningkat di atas 2,5%. Jadi, memang perlu diwaspadai, terutama ketiga area tersebut,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (22/7/2015).

Dia menuturkan, sektor yang perlu diwaspadai NPL-nya adalah perdagangan, pertambangan, dan pengolahan. Secara umum sektor perbankan memiliki likuiditas yang terjaga serta memiliki kualitas dari pertumbuhan kredit di atas 10% dan rasio kecukupan modalnya berada di kisaran 20%.

"Ini hanya sektor-sektor tertentu yang perlu diwaspadai dan kami yakin dengan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi dari perbankan kita akan terjaga sehat," jelasnya.

BI meyakini rasio NPL masih dalam batas aman karena masih jauh di bawah batas yang ditetapkan yakni 5%.

Baca juga:

Perbankan Diimbau Tekan NPL Sektor Konstruksi

OJK Klaim NPL Perbankan Masih Aman

Strategi Bank Mandiri Atasi Risiko Kredit Bermasalah
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
54 menit yang lalu
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
7 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
9 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
9 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
9 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
10 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Gejalanya Virus...
Waspadai Gejalanya Virus B Langka yang Ditemukan di Hong Kong
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved