Khawatir Perang Mata Uang, Rupiah Dibuka Terkapar

Rabu, 12 Agustus 2015 - 10:24 WIB
Khawatir Perang Mata...
Khawatir Perang Mata Uang, Rupiah Dibuka Terkapar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka makin terkapar dipicu belanjutnya devaluasi yuan, memicu kekhawatiran perang mata uang.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.837/USD. Posisi ini terdepresiasi mencapai 224 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.613/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.829/USD. Posisi ini melemah tajam 207 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.622/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.689/USD, namun pada pukul 10.00 WIB merosot ke Rp13.815/USD. Posisi ini melemah tajam dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.607/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.758/USD, terkoreksi sebesar 217 poin dari posisi kemarin di Rp13.541/USD.

Pelemahan berlanjut ini terimbas kebijakan bank sentral China (PBoC) melemahkan yuan ke level terendah sejak Oktober 2012, sehingga menimbulkan kekhawatiran bisa menjadi awal dari perang mata uang.

Bank sentral China menetapkan titik tengah yuan di 6,3306/USD sebelum pasar dibuka, lebih lemah dari sebelumnya di 6,2298 dan 75 poin lebih rendah dari hari sebelumnya di 6,3231.

PBoC mengejutkan pasar pada Selasa, kemarin dengan agresif melakukan devaluasi yuan hampir 2%. Akibatnya, dolar Australia jatuh ke level terendah sejak 2009 pada hari ini. Aussie yang dianggap sebagai proxy untuk mata uang China turun 0,9% menjadi 0,7234/USD, setelah terjun ke 0,7217/USD.

"Fokus pada dolar Australia yang anjlok karena kekhawatiran tentang sikap resmi China," kata ahli strategi mata uang senior di Brown Brothers Harriman Masashi Murata, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/8/2015).

Sementara USD terhadap yen hampir mendatar di 125,14 setelah naik pada hari sebelumnya di 125,24, tertinggi sejak awal Juni 2015. Mata uang Jepang itu berada di 138,38 terhadap euro, yang naik ke 138,42, level tertinggi sejak 26 Juni. Sementara euro naik 0,1% menjadi 1,1055/USD.

Baca:

Rupiah Diprediksi Masih Diselimuti Awan Gelap

Donald Trump: Devaluasi Yuan Akan Hancurkan AS
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
1 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
2 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
2 jam yang lalu
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved