Wall Street Menguat Didukung Data Perumahan

Selasa, 18 Agustus 2015 - 08:47 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Didukung Data Perumahan
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir menguat setelah positifnya data ekonomi mendorong sektor perumahan.

Saham sektor perumahan naik setelah data menunjukkan sentimen pembangunan perumahan di Amerika Serikat (AS) naik pada Agustus ke level tertinggi dalam hampir satu dekade lalu. Data tersebut mengimbangi kekhawatiran sebelumnya atas penurunan mengejutkan dalam aktivitas manufaktur di negara bagian New York pada Agustus.

"Data perumahan cukup baik. Ini tentu tidak menyakiti tren bullish semua yang terkait perumahan," kata Managing Director Perdagangan Saham di Wedbush Securities Michael James, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (18/8/2015).

Indeks saham sektor perumahan (HGX) naik 1,2% ke level tertinggi dalam 8,5 tahun. Sementara saham konsumen juga menjadi saham yang menguat, dipimpin oleh perusahaan media, termasuk Disney (DIS.N), yang naik 1,8% menjadi USD109,05 dan Time Warner Inc (TWX.N) dan Piagam Komunikasi (CHTR.O) juga meningkat tajam.

Di antara saham-saham berkinerja terbaik dan menjadi pendorong terbesar indeks S&P 500 dan Nasdaq adalah saham biotek. Indeks biotek di Nasdaq (NBI) naik 2,1% setelah jatuh 4,8% selama dua pekan sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average naik 67,78 poin atau 0,39% ke 17.545,18; indeks S&P 500 naik 10,9 poin atau 0,52% ke 2.102,44 dan Nasdaq Composite bertambah 43,46 poin atau 0,86% ke 5.091,70.

Sekitar 5,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 6,8 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Begini Cara Lihat Data...
Begini Cara Lihat Data Bocor di Dark Web Lewat Gmail
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved