BKPM Pererat Komunikasi dengan Industri Tekstil

Selasa, 18 Agustus 2015 - 20:26 WIB
BKPM Pererat Komunikasi...
BKPM Pererat Komunikasi dengan Industri Tekstil
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani akan mengintensifkan komunikasi dengan industri tekstil untuk menjaga tren pertumbuhan investasi sektor tersebut.

Menurutnya, dalam waktu dekat BKPM akan bertemu dengan kalangan industri tekstil untuk memperoleh masukan gambaran kebijakan yang dapat mendorong kinerja sektor tersebut yang disebut mengalami pelambatan.

"Beberapa waktu lalu kalangan industri tekstil menyatakan pertumbuhan kinerjanya melambat. Bahkan ada informasi terjadinya PHK. Di sisi lain, pertumbuhan investasi sektor tersebut cukup positif. Karena itu, BKPM akan berdialog dengan industri tekstil untuk mencari terobosan agar kinerja sektor ini kembali positif," jelas dia dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Franky optimistis kinerja sektor tekstil di masa mendatang akan positif. Dia merujuk kepada data realisasi investasi sektor tekstil semester I/2015 naik 58% sebesar Rp3,88 triliun dibanding semester I/2014.

Realisasi investasi seluruh sub sektor industri tekstil pada semester I/2015 tumbuh positif, yaitu, industri pengolahan serat tekstil tumbuh 213% sebesar Rp2,40 triliun dari 82 proyek, industri pertenunan tekstil tumbuh 613% sebesar Rp163 miliar dari 25 proyek.

Selain itu, industri pakaian jadi tumbuh 16% sebesar Rp941 miliar dari 115 proyek, dan industri perlengkapan pakaian tumbuh 563% sebesar Rp216 miliar dari 15 proyek.

"Proyek investasi sektor tekstil diharapkan memasuki tahap produksi komersial 1-2 tahun mendatang. Ke depan industri tekstil akan semakin meningkat, tinggal dirumuskan kebijakan yang dapat mendorong kinerja industri tekstil existing sekaligus semakin meningkatkan investasi sektor ini," tambah Franky.

Data realisasi investasi sektor tekstil semester I/2015 menunjukkan kecenderungan pergerakan investasi sektor ini mengarah ke Jawa Tengah. Sebanyak 61% realisasi investasi sektor tekstil berlokasi di Provinsi tersebut.

Hal ini terjadi karena faktor UMR di Jateng tidak setinggi Jawa Barat atau Jakarta, serta proses penetapan UMR yang lebih kondusif. Provinsi lainnya yang menjadi daerah tujuan investasi sektor tekstil adalah Jawa Barat (27%), Jakarta (5%) dan Jawa Timur (4%).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BKPM Susun Road Map...
BKPM Susun Road Map Industri Alat Kesehatan di Tanah Air
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Pastikan Realisasi...
BKPM Pastikan Realisasi Investasi Tetap di Kawasan Industri
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
30 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved