Efek Pembatasan Pembelian USD Hanya Sementara

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 15:31 WIB
Efek Pembatasan Pembelian...
Efek Pembatasan Pembelian USD Hanya Sementara
A A A
JAKARTA - Direktur Institute For Economics and Social Research I Kadek Dian Sutrisna Artha ‎mengatakan, langkah Bank Indonesia (BI) melakukan pembatasan pembelian mata uang dolar Amerika Serikat (USD) tanpa underlying memang efektif, namun hanya memberikan efek sementara.

Menurut dia, terpenting saat ini adalah menjaga nilai fundamental dari nilai mata uang itu sendiri, selain melakukan pembatasan pembelian USD.

"Untuk jangka pendek atau temporary oke ya (pembatasan pembelian USD). Nah, rupiah ini kan sama juga kayak orang, nilai fundamentalnya yang paling penting. Kalau orang itu ibarat menjaga harga diri. Artinya, ini tetap dalam jangka pendek bisa menjalankan, tapi fundamentalnya mesti diselesaikan juga," kata dia ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (22/8/2015).

Faktor fundemental tersebut, misalnya faktor kompetitifnes di Indonesia. Jika ekspor Indonesia kompetitif, menurut dia, maka nilai tukar rupiah tidak akan terus melemah.

"Artinya, harus berpikir jangka pendek iya, tapi harus juga pikirin urusan fundamental juga, sehingga pada saat terjadi gejolak, bobroknya sudah ditambal. Kalau misalnya enggak ditambal, ya pasti kembali lagi bobrok," pungkasnya.

Sekadar informasi, BI telah melakukan langkah operasi moneter dengan tiga strategi, yakni memperkuat pengelolaan likuiditas rupiah di pasar valas, memperkuat pengelolaan supplay and demand dan memperkuat kecukupan cadangan devisa.

Tiga strategi itu dilakukan melalui tujuh langkah. Salah satunya adalah menurunkan batas pembelian valas dengan pembuktian dokumen underlying dari saat ini sebesar USD100.000 menjadi USD25.000/naasbah setiap bulan dan menggunakan NPWP.

Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara mengatakan, pembatasan pembelian USD tersebut untuk USD tanpa underlying. Sementara bagi individu atau perusahaan yang membeli USD untuk bayar utang luar negeri, impor dan kegiatan dengan underlying tidak dibatasi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
9 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
32 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved