ULN Kuartal II Melambat Akibat Kurs Rupiah

Minggu, 23 Agustus 2015 - 19:33 WIB
ULN Kuartal II Melambat...
ULN Kuartal II Melambat Akibat Kurs Rupiah
A A A
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II/2015 tumbuh 6,3% (yoy), lebih lambat dibanding pertumbuhan kuartal I/2015 sebesar 7,9% (yoy) atau menjadi USD304,3 miliar.

Perlambatan ULN terutama disebabkan menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya risiko kurs rupiah terhadap USD.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto mengatakan, semakin terdepresiasi rupiah maka biaya pengembalian utang ketika jatuh tempo akan semakin mahal, walaupun suku bunganya lebih rendah dari utang dalam negeri.

"Ini yang membuat ULN terutama swasta melambat pertumbuhannya," kata Eko kepada Koran Sindo, kemarin.

Menurutnya, ULN yang melambat bisa membuat ketersediaan likuiditas valuta asing (valas) di domestik ikut berkurang. Namun menurutnya, faktor depresiasi yuan dan FeD rate lebih dominan atas pelemahan rupiah seperti sekarang ini.

Eko memprediksi, ULN bulan depan akan kembali melambat. Pasalnya, tensi ekonomi global akan meningkat jelang rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16-17 september mendatang. "Kalau pinjam ULN saat ekonomi sedang bergejolak maka lebih berisiko," ujarnya.

Seperti diketahui, posisi ULN pada akhir kuartal II/2015 tercatat sebesar USD304,3 miliar, terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD134,6 miliar (44,2% dari total ULN) dan ULN sektor swasta sebesar USD169,7 miliar (55,8% dari total ULN).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, perlambatan pertumbuhan ULN terutama terjadi pada ULN sektor swasta, dari 13,4% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 9,7% (yoy).

"Dengan perkembangan tersebut, debt service ratio (DSR) atau rasio utang terhadap pendapatan ekspor sedikit membaik dari 56,9% pada kuartal I/2015 menjadi 56,3% pada kuartal II/2015," kata Tirta.

Dia mengungkapkan, berdasarkan jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia didominasi ULN berjangka panjang (85,0% dari total ULN). ULN berjangka panjang pada akhir kuartal II/2015 mencapai USD258,7 miliar, tumbuh 8,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 9,2% (yoy).

ULN berjangka panjang tersebut, terdiri dari ULN sektor publik USD131,3 miliar (97,6% dari total ULN sektor publik) dan ULN sektor swasta USD127,4 miliar (75,1% dari total ULN swasta).

Sementara, pertumbuhan ULN berjangka pendek tercatat sebesar 2,9% (yoy) setelah pada kuartal sebelumnya masih tumbuh 0,7% (yoy). Dia menjelaskan, ULN sektor swasta pada akhir kuartal II-2015 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas dan air bersih.

Menurutnya, pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,3%. Pada kuartal II/2015, pertumbuhan tahunan ULN sektor keuangan, industri pengolahan, dan listrik, gas dan air bersih mengalami perlambatan dibanding kuartal sebelumnya, ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi.

Bank Indonesia memandang perkembangan ULN kuartal II/2015 sejalan dengan pertumbuhan perekonomian domestik yang melambat. "Kami juga akan terus memonitor perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta," tukas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
29 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved