Kadin: Rupiah Ambles Ngeri-ngeri Sedap

Rabu, 26 Agustus 2015 - 12:17 WIB
Kadin: Rupiah Ambles...
Kadin: Rupiah Ambles Ngeri-ngeri Sedap
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan, ambruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga ke level Rp14.100/USD sangat tidak menguntungkan bagi dunia usaha. (Baca: Rupiah Dibuka Terjungkal ke Rp14.100/USD).

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan, anjloknya nilai tukar mata uang Garuda menciptakan suatu ketidakpastian bagi pelaku usaha. Bahkan dia menyebut, kondisi dunia usaha saat ini sudah 'ngeri-ngeri sedap'.

"‎Ini kondisi yang tidak menguntungkan pelaku usaha, jadi ketidakpastian. Ini merupakan pukulan. Jadi kalau dikatakan bagaimana kondisi dunia usaha, ini sudah ngeri-ngeri sedap," katanya dalam Rakerda II Hippi DKI Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Dia menjelaskan, melemahnya nilai tukar rupiah sangat memukul industri di beberapa sektor, seperti industri automotif, plastik, logam, hingga farmasi. Bahkan, pengusaha mikro berbahan baku kedelai pun turut mengeluhkan kondisi rupiah yang semakin lesu.

"Melemahnya rupiah sangat memukul industri di beberapa sektor. Katakanlah mungkin automotif, plastik, logam, kemudian juga farmasi. Bahkan tadi pagi saya dengar bahwa pengusaha tahu tempe kita juga mengeluh, karena memang bahan baku mereka masih tergantung dari luar," terangnya.

Selain itu, sambung Sarman, pengusaha biro perjalanan (travel) pun turut merasakan dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Paman Sam tersebut. Betapa tidak, masyarakat yang sudah merencanakan perjalanan ke luar negeri mendadak membatalkan perjalanan lantaran rupiah yang mahal.

"‎Banyak juga pengusaha travel, mereka juga mengeluh karena yang tadinya orang-orang mau berangkat ke luar negeri, semua membatalkan karena nilai tukar rupiah kita yang semakin terpuruk," tutur dia.

Terpuruknya nilai tukar rupiah ini juga dibarengi dengan lesunya daya beli masyarakat. Akibatnya, pengusaha pun jadi rugi berlipat-lipat dengan kondisi ekonomi di Indonesia saat ini.

"‎Daya beli masyarakat kita yang juga lemah. Waktu audiensi dengan Pak Wagub DKI, kami sampaikan waktu itu bagaimana omzet di Tanah Abang waktu bulan puasa anjlok 50%, di Glodok juga begitu. Jadi ini memang situasi yang tidak menguntungkan bagi dunia usaha saat ini," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Rupiah di Awal Pekan...
Rupiah di Awal Pekan Berakhir Tak Berdaya ke Level Rp15.519/USD
Berita Terkini
Hasilkan Riset Berkelanjutan,...
Hasilkan Riset Berkelanjutan, Kayla Raih Pendanaan Global Youth Action Fund
7 jam yang lalu
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
8 jam yang lalu
BRImo Raih Penghargaan...
BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026
8 jam yang lalu
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
9 jam yang lalu
Tok! Eksportir SDA Wajib...
Tok! Eksportir SDA Wajib Pulangkan 100% Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Mulai Juni 2026
12 jam yang lalu
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
12 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved