Wall Street Catat Kenaikan Harian Terbesar sejak 2011

Kamis, 27 Agustus 2015 - 08:55 WIB
Wall Street Catat Kenaikan...
Wall Street Catat Kenaikan Harian Terbesar sejak 2011
A A A
NEW YORK - Wall Street mengalami kenaikan harian terbesar dalam empat tahun terakhir atau sejak 2011 pada perdagangan Rabu waktu setempat karena kekhawatiran tentang ekonomi China membuka spekulasi bahwa Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) kemungkinan tidak menaikkan suku bunga bulan depan.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan, tanda goyahnya ekonomi China dan merosotnya pasar keuangan global dapat memengaruhi kebijakan moneter AS, sehingga prospek kenaikan suku bunga pada September terlihat kurang menarik di banding sebelumnya.

Semua sektor utama di indeks S&P 500 melonjak, dipimpin oleh sektor teknologi (SPLRCT) yang melesat 5,3%, kenaikan satu hari terbesar sejak 2009.

Kepala trader US Global Investors Inc Michael Matousek mengatakan, beberapa reli di akhir perdagangan didorong oleh trader jangka pendek, di mana banyak yang bertaruh pasar akan jatuh, sehingga dan bergegas untuk memangkas kerugian mereka.

"Banyak orang mengantisipasi setengah perdagangan terakhir akan berguling dan jatuh, namun itu belum terjadi. Anda bisa melihat pembelian meningkat di tengah hari," kata Matousek, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (27/8/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 3,95% menjadi 16.285,51. Sementara indeks S&P 500 melonjak 3,9% menjadi 1.940,51 dan Nasdaq Composite terkerek 4,24% menjadi berakhir pada 4.697,54.

Saham Apple (AAPL.O), yang telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran tentang permintaan di China untuk iPhone, memberikan dorongan terbesar di indeks S&P 500 dan Nasdaq. Saham Apple melompat 5,73% menjadi USD109,69.

Adapun saham Google (GOOGL.O) melonjak 7,72% setelah Goldman Sachs menaikkan rating menjadi "beli" dari "netral" dan saham Amazon (AMZN.O) melesat 7,38%.

Tercatat Sekitar 10,5 miliar saham diperdagangkan di bursa AS, jauh di atas rata-rata bulan ini sebanyak 7,6 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
29 menit yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
1 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
3 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
6 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved