China Pede Proposal Kereta Cepat Akan Diterima Jokowi

Jum'at, 28 Agustus 2015 - 17:12 WIB
China Pede Proposal...
China Pede Proposal Kereta Cepat Akan Diterima Jokowi
A A A
JAKARTA - Duta besar China untuk Indonesia Xie Feng sore ini mendatangi kantor Kemenko Perekonomian untuk membahas proyek kereta cepat Indonesia. Xie Feng mengakui itu menjadi topik utama pembicaraan meeting sore ini dengan Menko Darmin Nasution.

Dia merasa optimistis proposalnya bakal diterima pemerintah Indonesia. Pasalnya, Jepang juga menyerahkan proposal yang sama untuk bekerja sama soal kereta cepat. (Baca: China Serahkan Uji Kelayakan Kereta Cepat ke Jokowi).

"Pembicaraan kereta cepat menjadi topik utama, tadi. Kami optimis proposal kami diterima, karena kami sudah memberikan yang terbaik," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/8/2015).

Selain soal kereta cepat, Xie Feng mengakui juga membahas tentang perluasan kerja sama antara Indonesia dan China di bidang infrastruktur, bidang perdebatan keuangan, investasi dan pertahanan.

Saat ditanya soal persaingan proposalnya dengan Jepang, Xie Feng mengaku tidak ada masalah. Dia percaya diri dengan apa yang dibawanya ke pemerintah Indonesia.

"Yang bisa saya katakan adalah China menawarkan proposal yang terbaik. Saya sangat percaya diri dengan rencana dan usaha kami untuk bangun kereta cepat di sini," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan siapa yang bakal menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada akhir Agustus tahun ini.

Pemerintah Jepang dan China bersaing untuk menggarap ataupun menjadi investor proyek tersebut. Kedua negara ini juga telah mengajukan proposal ke Jokowi.

Namun, hingga saat ini pemerintah masih mengkaji studi kelayakan yang diajukan pemerintah Jepang dan China. "Kereta cepat pada akhir bulan ini akan kita putuskan setelah melalui tahapan assesment (penilaian) dari konsultan yang akan memberikan masukan pada pemerintah," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8/2015).

Dia menjelaskan, penilaian itu melingkupi sisi biaya, teknis, konstruksi maupun teknologi. Jokowi berjanji akan mengumumkan siapa yang akan menggarap proyek itu setelah pemerintah memutuskan. (Baca: Jokowi Putuskan Penggarap Kereta Cepat Akhir Agustus).

"Juga berhitung jangka panjang, kandungan lokal. Kalau sudah diputuskan baru diomongkan," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi memastikan tidak ada konflik berkepentingan (conflict of interest) terkait konsultan yang memberikan masukan pada pemerintah atas proyek itu.

"Sudah feasibility study-nya (studi kelayakannya) 100% diserahkan ke kita, termasuk tawaran mengenai investor, kapan selesai dan lainnya. Tinggal dinilai, dinilai maksudnya yang mana yang ingin kita pakai," pungkasnya.

Baca Juga:

Ngebet Garap Kereta Cepat, Jepang Kembali Lobi Jokowi

Ini Konsultan Kereta Cepat yang Ditunjuk Pemerintah
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
4 menit yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
21 menit yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
47 menit yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
52 menit yang lalu
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
1 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
2 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved