Wall Street Ditutup Lompat Lebih dari 2%

Rabu, 09 September 2015 - 08:49 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Lompat Lebih dari 2%
A A A
NEW YORK - Bursa saham Wall Street ditutup naik lebih dari 2% pada Selasa waktu setempat, balik arah dari koreksi tajam pekan lalu dan rebound-nya bursa China.

Keuntungan berbasis luas setelah libur memperingati Hari Buruh. Harapan terhadap langkah-langkah stimulus dari pemerintah China meningkat setelah data pada Selasa menunjukkan bahwa impor China menyusut jauh lebih dari yang diharapkan pada Agustus, jatuh untuk bulan ke-10 secara berturut-turut.

Saham China melonjak dalam reli akhir, memicu rebound di pasar saham global. Senin, China menyatakan akan menghapus pajak atas penghasilan dividen bagi investor yang memegang saham selama lebih dari satu tahun untuk mendorong investasi jangka panjang.

"Kami memiliki beberapa peluang pembelian bagus dengan sell off pada bulan Agustus dan saya pikir orang-orang mulai mengambil keuntungan dari itu. Di China sepertinya ada keinginan untuk melanjutkan stimulus," kata pedagang saham di Cabrera Capital Markets Inc Larry Peruzzi, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (9/9/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 390,3 poin atau 2,42% ke 16.492,68; indeks S& P 500 naik 48,19 poin atau 2,51% ke 1.969,41; dan Nasdaq Composite bertambah 128,01 poin atau 2,73% ke 4.811,93.

Pasar keuangan global telah menggoncang dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran bahwa perlambatan China bisa menyeret perlambatan pertumbuhan ekonomi global, mendorong beberapa investor bertaruh bahwa bank sentral AS akan menunda kenaikan suku bunga sampai akhir tahun ini.

Data pasar tenaga kerja AS pada Agustus, yang dirilis pada akhir pekan lalu menambah ketidakpastian investor mengenai apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 16-17 September 2015.

Sekitar 6,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, turun dibanding rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 7,5 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
30 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
3 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved