Lima Paket Kebijakan Ekonomi Makro

Kamis, 10 September 2015 - 06:07 WIB
Lima Paket Kebijakan...
Lima Paket Kebijakan Ekonomi Makro
A A A
JAKARTA - Mengacu pada tiga paket kebijakan ekonomi September I yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengumumkan, lima paket kebijakan ekonomi makro. Stimulus ini dikeluarkan untuk mendokrak kondisi ekonomi yang tengah lesu.

Darmin menyebutkan, satu yang utama adalah di penguatan pembiayaan ekspor melalui national interest account. Kebijakan ini untuk mendorong laju ekspor Indonesia lebih baik di tengah gempuran pelemahan ekonomi global. (Baca: Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi September I Jokowi)

"Pertama, penguatan pembiayaan ekspor melalui national interest account. Regulasinya ada di peraturan menteri keuangan tentang penugasan kepada lembaga pembiayaan ekspor nasional," ujarnya di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2015)

Darmin menjelaskan, deregulasinya adalah penerbitan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) mengenai pembentukan komite penugasan khusus ekspor. Komite ini yang anggotanya berasal dari beberapa kementerian/lembaga akan bertugas memastikan pelaksanaan national interest account berjalan efektif. (Baca: Ini Lima Paket Kebijakan Ekonomi dari BI)

"Kedua, adalah penetapan harga gas untuk industri tertentu di dalam negeri. Ketiga, ‎pengembangan kawasan industri Indonesia, ini menyangkut peraturan menteri perindustrian, nanti biar disampaikan lebih rinci," katanya.

Keempat, lajut dia, kebijakan memperkuat fungsi ekonomi koperasi. Regulasi ini menyangkut Kepmen Koperasi dan UKM. "Jadi ini ada manfaat khususnya ya, yaitu, koperasi tidak lagi rancu fungsinya antara fungsi ekonomi dan sosial. Tetapi berubah menjadi kuatnya fungsi ekonomi koperasi menjadi mitra UMKM di daerah," katanya.

Darmin menambahkan, nantinya dengan kebijakan ini, akan membantu meningkatkan kemampuan permodalan dan meningkatkan sumber pembiayaan masyarakat. Selain itu, menjadi trading house dalam mendukung UMKM untuk memproduksi barang kebutuhan masyarakat, industri, dan ekspor termasuk menciptakan produk-produk ekonomi kreatif yang mampu berdaya saing di level lokal, nasional maupun internasional.

"Kelima, kebijakan simplifikasi perizinan perdagangan. Poin-poinnya nanti bisa dijelaskan lebih jauh oleh menteri perdagangan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved