Kata Menkeu Bambang The Fed Tunda Naikkan Suku Bunga
Jum'at, 18 September 2015 - 11:58 WIB
Kata Menkeu Bambang The Fed Tunda Naikkan Suku Bunga
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan, sidang Federal Open market Committee Meeting (FOMC) urung untuk menaikkan suku bunga Fed Fund Rate lantaran ada beberapa data Amerika Serikat (AS) yang belum menunjang untuk menaikkan suku bunga negara Paman Sam tersebut.
Padahal, dunia sudah dibuat ketar ketir akan isu kenaikan fed rate September ini, sehingga menimbulkan gejolak mata uang dunia terlebih di negara berkembang Asia dan Eropa.
"Terlihat memang beberapa data AS belum menunjang atau mendukung keputusan AS untuk menaikkan tingkat bunga, salah satunya laju inflasi yang masih dirasa masih tinggi terutama di AS ada masalah pertumbuhan yang belum menjanjikan," kata dia di Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Menkeu mengingatkan, untuk tetap menjaga kondisi ekonomi Indonesia. Pasalnya, dengan adanya kondisi AS tidak jadi menaikkan suku bunganya, akan terus ada spekulasi mata uang USD dengan mata uang dunia.
"Inilah pentingnya kita jaga lantaran dengan belum ada kenaikan tingkat bunga AS yang terjadi adalah akan terus terjadi spekulasi antara mata uang dolar dengan semua mata uang negara di dunia khususnya mata uang emerging market termasuk Indonesia," imbuhnya.
Karena itu, pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan selalu menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan agar Indonesia bisa melewati masa-masa yang tidak mudah.
"Kita akan terus menjaga terutama dimasa-masa yang penuh ketidakpastian sambil kita melihat arah bagaimana nantinya AS melihat kebijakan tingkat bunga negaranya," pungkas Bambang.
Baca Juga:
The Fed Kembali Tunda Naikkan Suku Bunga
The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Desember
The Fed dan BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Tergelincir
Padahal, dunia sudah dibuat ketar ketir akan isu kenaikan fed rate September ini, sehingga menimbulkan gejolak mata uang dunia terlebih di negara berkembang Asia dan Eropa.
"Terlihat memang beberapa data AS belum menunjang atau mendukung keputusan AS untuk menaikkan tingkat bunga, salah satunya laju inflasi yang masih dirasa masih tinggi terutama di AS ada masalah pertumbuhan yang belum menjanjikan," kata dia di Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Menkeu mengingatkan, untuk tetap menjaga kondisi ekonomi Indonesia. Pasalnya, dengan adanya kondisi AS tidak jadi menaikkan suku bunganya, akan terus ada spekulasi mata uang USD dengan mata uang dunia.
"Inilah pentingnya kita jaga lantaran dengan belum ada kenaikan tingkat bunga AS yang terjadi adalah akan terus terjadi spekulasi antara mata uang dolar dengan semua mata uang negara di dunia khususnya mata uang emerging market termasuk Indonesia," imbuhnya.
Karena itu, pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan selalu menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan agar Indonesia bisa melewati masa-masa yang tidak mudah.
"Kita akan terus menjaga terutama dimasa-masa yang penuh ketidakpastian sambil kita melihat arah bagaimana nantinya AS melihat kebijakan tingkat bunga negaranya," pungkas Bambang.
Baca Juga:
The Fed Kembali Tunda Naikkan Suku Bunga
The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Desember
The Fed dan BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Tergelincir
(izz)
Lihat Juga :