Deregulasi Impor Rugikan Industri Dalam Negeri

Minggu, 20 September 2015 - 12:31 WIB
Deregulasi Impor Rugikan...
Deregulasi Impor Rugikan Industri Dalam Negeri
A A A
JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy mengkritik kebijakan ekonomi Joko Widodo (Jokowi) khususnya terkait deregulasi ekspor dan impor yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ichsanuddin melihat langkah Kemendag dengan menghilangkan proses pengendalian untuk barang-barang impor akan berimplikasi pada masuknya barang barang impor terutama dari China.

"Istilahnya saya sebut bukan deregulasi, tapi reregulasi dengan mengacu kepada nawacita dan trisakti. Tapi karena Jokowi sudah masuk kedalam jaringan neolib, sehingga dia menikmati posisi itu, dan melanjutkan cara-cara Orde Baru," katanya di Jakarta, kemarin.

Implikasi kebijakan Jokowi adalah masuknya barang impor dapat dirasakan kian membanjiri tanah air. "Contohnya Tiongkok meskipun tertahan di sektor industri tekstil, tertahan di sektor mainan, dan elektronik. Dia tetap membanjiri pasar Indonesia. Itu makanya permintaan HP China tetap tinggi," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kebijakan-kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi menjadi pukulan ganda bagi masyakat yang hidup pada sektor riil. Para pengangguran yang menjadi korban PHK dari perusahaan, tidak dapat bertahan hidup.

"Mestinya paket kebijakan ekonomi Jowi kemarin itu menolong sang penolong. Karena UMKM di Indonesia adalah penolong perekonomian bangsa. PHK bagi kebanyakan korban PHK itu umumnya lari ke sektor informal. Setelah mereka terima jaminan hari tua, mereka akan jadi pedagang asongan atau apapunlah. Tapi kenyataannya mereka tidak bisa berbuat apa-apa, itu pukulan pertama. Pukulan kedua, daya beli mereka juga dipukul," tutur dia.

Menurutnya, jika deregulasi atau reregulasi diterapkan maka akan sangat merugikan Indonesia. "Industri kita terutama industri kecil akan terpukul masuknya produk impor," tegasnya.

Jumlah rakyat Indonesia sebagai bangsa dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Seharusnya bisa menginvasi pasar luar negeri dengan produk-produk dalam negeri. "Bukan mengimpor bahan baku, ke negara lain, kemudian menjadi barang jadi, dan di ekspor lagi ke Indonesia," tambah Ichsanuddin.

Negara harus melakukan pembangunan ekonomi dari sektor perdagangan, bukan mengandalkan kemampuan dan ketahanan negara dari sektor keuangan, karena secara empiris, hal tersebut akan menjadikan negara hancur seperti negara-negara yang saat ini bangkrut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PKK Sumsel Gandeng Dinas...
PKK Sumsel Gandeng Dinas Perindustrian Fasilitasi UP2K
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian...
Kementerian Perindustrian Cari Perusahaan Pencetus Teknologi Terbaik di 2022
Rekomendasi 7 Sekolah...
Rekomendasi 7 Sekolah Kedinasan di Bawah Naungan Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
21 menit yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
34 menit yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
56 menit yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved