ADB Juga Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2016

Selasa, 22 September 2015 - 15:43 WIB
ADB Juga Revisi Target...
ADB Juga Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2016
A A A
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelumnya 6,0% menjadi 5,4% pada‎ 2016.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini bisa lebih baik pada 2016 dibanding tahun ini jika didukung investasi pemerintah dan berlanjutnya agenda reformasi pemerintah.

Direktur ADB untuk Indonesia Steven Tabor dalam publikasi tahunan Asian Development Outlook 2015 Update, ADB memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2016 sebesar 5,4%. Angka ini turun dari prakiraan semula pada Maret lalu sebesar 6,0%, namun naik jika dibanding prodyeksi tahun ini sebesar 4,9%.

“Tertundanya pemulihan ekonomi, terutama diakibatkan oleh permintaan eksternal yang lebih lemah dari yang diperkirakan dan karena volatilitas pasar keuangan,” katanya seperti dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

‎Steven berharap, dampak dari percepatan deregulasi, investasi infrastruktur yang lebih kuat dan pemulihan ekspor yang sebagian dipicu oleh devaluasi dapat berkontribusi pada naiknya kinerja ekonomi tahun depan.

Menurutnya, pendorong penting bagi pertumbuhan yang diharapkan adalah peningkatan belanja pemerintah yang sebelumnya sempat tertunda karena lambatnya penyaluran dana.

Menghadapi kendala tersebut, pemerintah juga perlu mengambil sejumlah langkah guna meningkatkan eksekusi anggaran, termasuk upaya penyederhanaan prosedur pengadaan tanah serta mempercepat proses lelang berbagai proyek pemerintah untuk tahun anggaran 2016 ke tahun ini.

"Reformasi kebijakan diperkirakan akan menstimulasi investasi swasta, meskipun pemulihannya telah terhambat sejumlah faktor, seperti permintaan eksternal yang lemah," imbuh dia.

Dia menyebutkan, reformasi tersebut mencakup layanan satu atap bagi perizinan investasi dan upaya mendorong investasi swasta di sejumlah proyek infrastruktur melalui kerja sama pemerintah-swasta (public private partnership/PPP).

"Awal bulan ini, pemerintah meluncurkan paket kebijakan untuk mendorong investasi melalui penyederhanaan atau pencabutan berbagai peraturan yang menghambat dunia usaha, perluasan insentif pajak, percepatan proyek strategis dan pemberian izin kepemilikan properti mewah pada warga negara asing," tandasnya.

Baca:

ADB Kembali Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Simak! Ramalan Ekonomi...
Simak! Ramalan Ekonomi RI Tahun 2021 dari Bank Terbesar di Asia
Ramalan ADB: Ekonomi...
Ramalan ADB: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh Positif 4,8%
ADB Revisi Proyeksi...
ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Menjadi Minus 2,2 Persen
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved