Wall Street Jatuh Dipicu Saham Komoditas

Rabu, 23 September 2015 - 08:54 WIB
Wall Street Jatuh Dipicu...
Wall Street Jatuh Dipicu Saham Komoditas
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street jatuh pada Selasa waktu setempat karena aksi jual komoditas terimbas pelemahan pada harga bahan baku. Itu ditambah dengan terkoreksinya sektor automotif.

Sektor bahan baku di indeks S&P (SPLRCM) turun 1,8%, memimpin penurunan di indeks S&P 500, dengan 10 sektor utama berakhir melemah. Saham Newmont Mining (NEM.N) anjlok 6,3% menjadi USD15,59.

Kekhawatiran berlanjut tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi di China mendorong komoditas ke level terendah dua pekan, dengan harga tembaga CMCU3 dan logam industri memimpin kerugian. Minyak mentah AS juga menurun.

Sementara saham pemasok Volkswagen turun karena skandal emisi produsen mobil Jerman tersebut. Berita bahwa Volkswagen (VOWG_p.DE) mengakui kecurangan dalam uji emisi kendaraan memicu aksi jual global pada saham automotif.

Saham pemasok Volkswagen BorgWarner (BWA.N) dan Delphi Automotive (DLPH.N) mengalami koreksi terbesar, dengan saham BorgWarner merosot 7,6% menjadi USD39,37, persentase penurunan harian terbesar di indeks S&P 500, sedangkan saham Delphi kehilangan 3,6% menjadi USD74,44 dan saham Ford (FN) turun 2,8% menjadi USD13,92.

Adapun saham biotech jatuh untuk hari kedua setelahcalon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton mengatakan dia akan mengusulkan dana bulanan senilai USD250 untuk obat resep. Sektor biotek di indeks S&P 500 (NBI) turun 1,7%.

"China, Fed, perlambatan pertumbuhan global. Kabar tentang Volkswagen mempengaruhi industri automotif dan ada sedikit gelembung di sektor kesehatan," kata Kepala Investasi Solaris Group Tim Ghriskey, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/9/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 179,72 poin atau 1,09% ke 16.330,47; indeks S&P 500 kehilangan 24,23 poin atau 1,23% ke 1.942,74 dan Nasdaq Composite turun 72,23 poin atau 1,5% ke 4.756,72.

Data Thomson Reuters menunjukkan, sekitar 7,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 8,3 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
21 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
38 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved